Jadi Sang Pamungkas, KRL Seri 6000 Rangkaian 6130F Pergi ke Jakarta!

Kereta 6130 dari rangkaian 6130F saat dikirim ke Pelabuhan Tokyo | Foto: Tararan.blog.jp

[05/12] Setelah hampir sebulan lalu menjadi rangkaian KRL Tokyo Metro Seri 6000 yang terakhir dipensiunkan bersama 6102F, rangkaian 6130F akhirnya dibawa ke Jakarta. Pengiriman rangkaian 6130F ini spesial karena menjadi pengiriman pamungkas. Penutup dari seluruh impor KRL Seri 6000 sejak era PT KCJ tahun 2011 lalu.

Proses pengiriman ini dilakukan pada malam hari tanggal 3 Desember kemarin dengan menggunakan truk trailer khusus. Pengiriman rangkaian ini dilakukan dengan rute Dipo Shin-Kiba – Pelabuhan Tokyo pada tengah malam. Pengiriman pada tengah malam ini dilakukan untuk menghindari kemacetan parah akibat pengiriman barang dengan dimensi lebih besar dari batasan normal.

Ikut memperkuat kesan spesial dari pengiriman rangkaian ini adalah di bagian bawah kaca depannya terdapat stiker perpisahan istimewa. Stiker ini bertuliskan “The Last 6000 Series” lengkap dengan bendera Jepang dan Indonesia, serta logo Tokyo Metro dan logo lama PT KCI dari era PT KCJ. Hal ini menunjukkan kecintaan Tokyo Metro terhadap KRL Seri 6000 mereka dengan adanya salam perpisahan terakhir mereka pada rangkaian pamungkas ini.

Stiker perpisahan dari Tokyo Metro di rangkaian 6130F | Foto: Tararan.blog.jp

Baca Juga: Pecinta Kereta Lepas Kepergian Rangkaian Tokyo Metro 6000 Terakhir

Sejarah Singkat

Rangkaian 6130F menjadi rangkaian kedua dari batch kelima produksi KRL Tokyo Metro Seri 6000 setelah rangkaian 6129F pada tahun 1984. Berbeda dengan 6129F, rangkaian 6130F diproduksi oleh Kinki Sharyo. Penambahan rangkaian KRL Seri 6000 kala itu dilakukan karena pihak TRTA (Teito Rapid Transit Authority, pendahulu Tokyo Metro) memerlukan penambahan kapasitas angkut di Lintas Chiyoda. Berbeda dari rangkaian KRL Seri 6000 batch pertama hingga keempat, atap pada rangkaian KRL Seri 6000 batch kelima dan seterusnya lebih melengkung. Sebagai dampaknya, langit-langit di dalam kereta menjadi 45 mm lebih tinggi dari sebelumnya.

Untuk sistem pendingin udara, meskipun rangkaian 6130F belum dipasang AC pada saat awal dibuat, tetapi sudah disiapkan sistem Linedelier untuk itu. Pemasangan AC pada rangkaian 6130F dilakukan pada periode 1988-1989 dengan penambahan unit AC central berkapasitas 42.000 kkal/jam. Selain itu untuk mentenagai AC tersebut digunakan SIV dengan daya 130 kW.

Peremajaan pada rangkaian 6130F dilakukan pada November 2005 di Dipo Shin-Kiba. Proses peremajaan meliputi perubahan pada panel interior, perubahan sistem informasi dari roller ke LED, perubahan pada mocquette kursi, penambahan ruang kursi roda, serta perkuatan pada struktur rangkaian. Selain itu, juga dilakukan perubahan pada sistem traksi dari tipe Chopper menjadi VVVF-IGBT 2 fasa dengan rasio 5M5T.

Dengan dikirimnya rangkaian 6130F ke Indonesia ini, bukan hanya impor KRL Seri 6000 oleh KCI saja yang berakhir. Tetapi juga sejarah emas KRL Tokyo Metro 6000 di Jepang yang telah dimulai dengan prototipenya pada tahun 1968 lalu. Sayangnya, rangkaian 6102F tidak diikutsertakan untuk dikirim ke Indonesia, dan saat ini sedang menanti nasib yang tidak pasti.

Rangkaian 6102F yang tidak ikut serta ke Indonesia. Saat ini masih belum diketahui akan seperti apa nasibnya kelak | Foto: Lover of Romance, Wikimedia

Mari kita teruskan sejarah panjang KRL Tokyo Metro 6000 di Indonesia. Semoga kita bisa menyaksikan sampai akhir nanti. (RED/IHF)

Referensi

Wikipedia Jepang

Wikipedia Inggris

 

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: