Perusahaan Perancis Kembangkan Kereta Tanpa Masinis Berteknologi 5G

Rangkaian Lucy Train milik Thales yang digunakan untuk uji coba kereta tanpa masinis berteknologi 5G | Railjournal

[21/9]. Teknologi komunikasi semakin hari semakin canggih untuk mendukung kebutuhan masyarakat akan pengiriman data yang cepat dan efektif. Setelah sebelumnya sudah muncul teknologi 4G, kini telah hadir teknologi 5G yang menyediakan kecepatan pengiriman data yang lebih cepat dari teknologi sebelumnya. Selain untuk komunikasi, teknologi 5G ternyata bisa diterapkan untuk operasional transportasi terutama kereta api.

Perusahaan manufaktur kereta api asal Perancis, Thales, bekerjasama dengam perusahaan produsen alat telekomunikasi Vodafone mengembangkan kereta tanpa masinis yang dioperasikan melalui teknologi nirkabel 5G.

Uji coba dilakukan menggunakan rangkaian kereta laboratorium Lucy yang dibuat oleh Thales. Selain itu, Vodafone menempatkan stasiun basis jaringan 5G untuk kereta api pertama di wilayah Erzgebirge, Saxony, Jerman. Ini merupakan kali pertama teknologi 5G diterapkan untuk transportasi.

Penggunaan teknologi 5G ini sangat menguntungkan karena pusat komando dapat mengirimkan perintah kepada kereta yang beroperasi tanpa khawatir adanya penundaan sehingga kereta dapat merespon perintah yang diberikan pada saat itu juga. Di jalur uji ini, teknologi 5G yang digunakan dapat memiliki bandwitch hingga 500 mb/s atau penundaan data hanya selama 10 milidetik.

Proyek ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Riset Federal Jerman. Jika proyek kereta dengan teknologi 5G ini berhasil, maka tak menutup kemungkinan ke depannya teknologi ini dapat diterapkan untuk operasional kereta api di masa yang akan datang.

(RED/BTS)

Railjournal

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: