Liputan Khusus: Beginilah Progres Reaktivasi Lintas Cibatu-Garut per Oktober 2019

Stasiun Garut yang telah dipercantik kembali

[17/10] Reaktivasi Lintas Cibatu-Garut tentu saja merupakan suatu kabar bahagia bagi semua orang, baik masyarakat umum atupun railfans. Bagaimana tidak, setelah 36 tahun lamanya tidak ada dilewati kereta. Akhirnya pada 29 September lalu lintas ini mulai dilakukan ujicoba dengan lokomotif hingga Wanaraja. Lalu pada tanggal 3 Oktober, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dengan rangkaian KA Inspeksi melakukan inspeksi ke Wanaraja.

Namun semuanya belumlah usai. Ujicoba tersebut hanyalah pembuka dari suatu babak baru perkeretaapian di Garut. Reaktivasi masih setengah jalan dan terus berlanjut, mengejar target sudah sampai Garut di awal 2020 mendatang. Bagaimanakah progres reaktivasi hingga awal Oktober ini? Mari kita sama-sama simak liputan khusus berikut ini!

Stasiun Wanaraja

Stasiun Wanaraja pada 4 Oktober

Stasiun Wanaraja (WNR) adalah sebuah Stasiun Kereta Api yang berada di Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Garut. Stasiun ini dibuka tahun 1889 berbarengan dengan pembukaan jalur Cibatu-Garut. Pada tahun 1983, stasiun ini ditutup bersamaan dengan penutupan jalur, dan mulai sejak saat itu, bekas emplasemennya dimanfaatkan menjadi persawahan.

Lalu tibalah tahun 2019. Pada saat dilakukan reaktivasi lintas Cibatu-Garut, Stasiun Wanaraja menjadi salah satu stasiun yang diaktifkan kembali selain Stasiun Pasirjengkol, dan tentu saja Stasiun Garut. Tim REDaksi sendiri mengunjungi stasiun ini dua kali, yaitu tanggal 4 dan tanggal 10 Oktober kemarin.

Pada tanggal 4 Oktober, Tim REDaksi melakukan peninjauan pertama ke Stasiun Wanaraja. Dikarenakan berangkat pada malam hari menggunakan bus, Tim REDaksi tiba di Garut pada dini hari berikutnya pukul 3 pagi. Di sini suasana Wanaraja masihlah sangat asri dengan udara yang segar. Namun wilayah stasiun masih cukup gelap, dengan penerangan hanya ada di sekitar proyek. Sedangkan berjalan sedikit ke arah Kota Garut, penerangan ada dari rumah penduduk di sekitar rel yang jaraknya cukup dekat.

Sayangnya, pada saat itu sudah tidak ada lagi aktivitas KLB tabur balas ataupun MPJR (Mesin Perawatan Jalan Rel). Aktivitas telah usai pada malam sebelumnya, tepat sebelum inspeksi Direktur Utama PT KAI.

Tim REDaksi melakukan peliputan sejenak di subuh dan pagi hari, sebelum kemudian beristirahat di musala sekitar. Tidak hanya itu, Tim REDaksi juga berbincang dengan warga sekitar di Wanaraja. Mereka memberikan cukup banyak pengalaman mereka saat jalur ini belum ditutup, di mana mereka seringkali memanfaatkan KA dari Wanaraja ke Kota Garut.

Berikut adalah hasil liputan pada 4 Oktober:

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Pada tanggal 10 Oktober, Tim REDaksi kembali melakukan peninjauan ke Stasiun Wanaraja. Kali ini pada siang menjelang sore hari. Masih belum banyak perubahan yang terjadi pada saat liputan kedua oleh Tim REDaksi. Namun, terdapat beberapa personel dari KAPM dan KAI Daop 2 yang saat itu hendak meninjau progres pembangunan dan kedatangan MPJR. Namun, dikarenakan keterbatasan waktu, Tim REDaksi tidak berkesempatan memotret aktivitas MPJR di Wanaraja. Berikut adalah hasil liputan pada 10 Oktober:

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Sinyal Tebeng Ciwalen

Sinyal tebeng di Ciwalen, juga dikenal sebagai Monumen Sinyal Kereta Api Garut

Puas dengan melihat progres di Wanaraja, Tim REDaksi pun bergeser ke arah Kota Garut, dengan tujuan selanjutnya adalah monumen sinyal tebeng. Sinyal tebeng sendiri adalah persinyalan kereta api tipe lama, sebelum adanya sinyal semafor. Meskipun demikian, banyak jalur cabang yang hingga akhir operasinya masih menggunakan sinyal ini, salah satunya Cibatu-Garut. Semenjak jalur ini ditutup, sinyal tebeng yang masih tersisa hanyalah di Ciwalen dan Babakan Abid. Di mana sinyal di Ciwalen adalah sinyal masuk Stasiun Garut, dan sinyal di Babakan Abid adalah sinyal muka.

Sinyal tebeng yang di Ciwalen sendiri telah berhasil direstorasi oleh IRPS bekerjasama dengan PT KAI, Yayasan Kereta Anak Bangsa, dan Warga Kota Garut. Restorasi ini dilakukan bertepatan dengan momen 130 tahun perkeretaapian Garut pada tanggal 14 Agustus 2019 lalu. Sinyal tebeng yang telah lama terabaikan dicat ulang untuk menjadi keadaan seperti aslinya. Satu-satunya perubahan adalah sinyal ini diberi tanda silang.


Proses restorasi sinyal tebeng di Ciwalen | Video: PT KAI

Pada saat Tim REDaksi mengunjungi lokasi ini, tampak sedang dilakukan pekerjaan pembongkaran rel lama yang masih tertimbun di bawah tanah. Setelah lama sekali wilayah ini sempat menjadi rumah penduduk sebelum dibongkar, ternyata rel lama masihlah ada. Rel-rel yang dibongkar tampak adalah tipe R25/R33.

Selain itu, ke arah Wanaraja juga terdapat satu jembatan kecil yang melintasi sebuah parit. Berdasarkan keterangan warga, terdapat sebuah rumah yang sekarang dibongkar dulunya menembus jembatan ini. Berikut adalah hasil liputan Tim REDaksi di sekitar Sinyal Tebeng Ciwalen:

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Bersambung ke Halaman Kedua: Menuju Stasiun Garut, Stasiun Garut, dan Cara Aksesnya

loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Berikutnya »

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: