KRL Seri 205 Rangkaian SLO9 Jalani Uji Coba di Daop 6 Yogyakarta

Rangkaian SLO9 uji coba
Rangkaian SLO9 saat uji coba di wilayah Daop 6 Yogyakarta | Foto: Instant Railfanning

[11/12] Lama ditunggu, KRL seri 205 rangkaian SLO9 akhirnya diujicobakan di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada Kamis sore (10/12) dan siang ini (11/12). KRL eks Jepang aktif pertama yang berada di luar Jabodetabek ini sebelumnya telah berada di wilayah Daop 6 Yogyakarta sejak akhir Oktober lalu.

Uji coba ini merupakan uji coba yang terpisah dengan uji coba menggunakan KRL KfW yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan. Uji coba yang dijalani rangkaian SLO9 ini merupakan uji parameter dan penyesuaian sarana KRL eks Jepang dengan prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 6 Yogyakarta yang dilaksanakan oleh KAI Commuter. Selain karena jaringan elektrifikasi yang masih baru, ini juga merupakan kali pertama KRL eks Jepang berjalan dengan tenaganya sendiri di luar jaringan KRL Jabodetabek.

rangkaian SLO9 di srowot
Rangkaian SLO9 saat stabling di Stasiun Srowot. Perhatikan bentuk cow catcher yang dibuat berbeda dengan cow catcher KRL seri 205 yang beroperasi di Daop 1 Jakarta. | Foto: Muhammad Akmal

Wilayah Daop 6 Yogyakarta sebelumnya belum pernah dilakukan penyesuaian ruang bebas untuk KRL eks Jepang seperti di Daop 1 Jakarta yang telah disesuaikan sejak lama. Oleh karenanya, KAI Commuter melakukan beberapa penyesuaian pada rangkaian SLO9 sebelum diujicobakan agar dapat beroperasi dengan aman di wilayah Daop 6. Penyesuaian tersebut kebanyakan dilakukan pada ruang bebas pada bagian bawah. Seperti pada cow catcher KRL yang bentuknya telah disesuaikan agar dapat melewati peron rendah di wilayah Daop 6. Selain itu, beberapa komponen bawah lantai juga telah disesuaikan dengan ruang bebas yang ada.

rangkaian SLO9 ditarik lokomotif
Rangkaian SLO9 saat ditarik lokomotif dari Dipo Solo menuju Stasiun Srowot | Foto: Muhammad Afif

Uji coba yang dijalani rangkaian SLO9 pada Kamis (10/12) menggunakan rute Stasiun Srowot-Stasiun Yogyakarta Tugu (PP). Sebelumnya, rangkaian SLO9 terlebih dahulu ditarik dengan lokomotif dari Dipo Solo Balapan menuju Stasiun Srowot, Kamis pagi (10/12) dan digandengkan dengan kereta bantu pengereman (bandul). Dalam uji coba yang diwarnai hujan deras ini, rangkaian SLO9 juga banyak berhenti di petak jalan antara dua stasiun untuk menguji performansi KRL dan listrik aliran atas pada saat KRL melakukan akselerasi dan pengereman.

SLO9 di Gawok
Rangkaian SLO9 saat tiba di Stasiun Gawok | Foto: Angin Elandajagat

Sementara itu, uji coba siang ini (11/12) menggunakan rute yang berbeda, yaitu Stasiun Srowot-Stasiun Yogyakarta Tugu-Stasiun Gawok-Stasiun Srowot. Seperti pada uji coba pertama, rute uji coba siang ini juga mirip dengan rute uji coba KRL KfW yang sebelumnya telah terlebih dahulu diujicobakan hingga Stasiun Gawok setelah penyelesaian pekerjaan elektrifikasi antara Stasiun Klaten-Stasiun Gawok. Baik KRL KfW maupun KRL seri 205 belum dapat diujicobakan hingga Stasiun Solo Balapan dikarenakan belum selesainya pekerjaan elektrifikasi antara Stasiun Gawok-Stasiun Purwosari-Stasiun Solo Balapan.

Uji coba yang dijalani oleh rangkaian SLO9 memiliki puncak kecepatan yang sama dengan ujicoba KRL KfW, yaitu 90 km/jam. Ini merupakan kali pertama setelah sekian lama KRL eks Jepang dapat “berlari” lebih cepat dari 70 km/jam di Indonesia. Sebelumnya, kecepatan KRL komuter dibatasi maksimal hanya 70 km/jam di wilayah Daop 1 Jakarta. Di lain pihak, KRL bandara diizinkan melaju hingga 80 km/jam, namun hanya pada ruas Batuceper-Soetta.

KRL seri 205 rangkaian SLO9 merupakan rangkaian eks KeYo M23 dari Jalur Musashino dengan formasi asli 8 kereta. Rangkaian ini dibentuk dari unit-unit kereta yang berasal dari empat rangkaian berbeda yang pernah beroperasi di jalur Yamanote dan jalur Saikyo. Di Indonesia, rangkaian ini diperpendek menjadi 4 kereta, kemudian dialokasikan untuk Daop 6 Yogyakarta dan diberi nomor SLO9. Empat unit kereta tengah dari rangkaian ini diberikan pada rangkaian BUD14 (eks KeYo M32) yang menjadi rangkaian formasi 12 kereta.

SLO9 merupakan satu dari dua rangkaian KRL seri 205 yang dialokasikan ke Daop 6 Yogyakarta oleh KAI Commuter. Satu rangkaian lainnya, SLO32 (eks KeYo M22) masih berada di Dipo KRL Depok dan masih menunggu waktu untuk dikirimkan ke Daop 6 Yogyakarta. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: