Jembatan Glagah Rubuh, Perjalanan KA Arah Purwokerto Terhambat

Jembatan Glagah
Jembatan di petak Linggapura-Bumiayu yang rubuh pada Senin malam | Insta Bumiayu

[12/1]. Jembatan Glagah (BH 1120) yang berada di petak antara Bumiayu-Linggapura, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah rubuh Senin (11/1) malam. Rubuhnya jembatan ini mengakibatkan perjalanan KA ke arah Purwokerto dari Cirebon maupun Kroya terpaksa dialihkan.

Dari foto yang beredar di dunia maya, jembatan yang ambruk merupakan jembatan lama yang berada di jalur hulu arah Purwokerto. Struktur besi jembatan ambruk ke sungai akibat pondasi jembatan yang juga rubuh karena tergerus aliran sungai. Meskipun terdapat jembatan baru arah Jakarta yang masih utuh, namun KAI juga sementara menutup jembatan tersebut dari lalu lintas kereta api untuk alasan keselamatan.

Jembatan lama BH 1120 rubuh akibat luapan Sungai Glagah yang dilintasi oleh jembatan ini. Hujan deras yang mengguyur wilayah Purwokerto dan sekitarnya pada Senin sore membuat Sungai Glagah meluap dan menggerus pondasi jembatan hingga menyebabkan jembatan rubuh.

Petugas regu jalan dan jembatan diturunkan untuk memperbaiki jembatan yang rubuh. Akibat peristiwa ini, KA jarak jauh yang akan melewati Purwokerto dari arah Yogyakarta terpaksa dialihkan lewat Bandung. Sementara itu KA jarak jauh dari arah Cirebon menuju Madiun dan Surabaya Gubeng dialihkan lewat Semarang.

Hingga berita ini diturunkan, KA yang sudah dialihkan di antaranya adalah Bima, Gajayana, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Progo, Bengawan, Parcel, dan Jayakarta. Sementara itu belum diketahui apakah KAI akan membatalkan perjalanan KA Joglosemarkerto atau tidak. Sementara itu, KAI mengalihkan penumpang KA Kamandaka dini hari tadi (12/1) dari Stasiun Tegal menuju Purwokerto dengan bus akibat kejadian ini. (RED/BTS)

Update: Berdasarkan informasi dari media sosial PT KAI, mulai siang ini Jembatan Glagah pada jalur hilir telah dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas. Namun sejumlah KA masih dialihkan dengan pola operasi memutar.

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: