[GALERI] KRL Commuter Line Jabodetabek Kini Mulai Tanggalkan Teralinya

KRL seri 205 tanpa teralis
Salah satu rangkaian KRL seri 205 tanpa terali, BOO137 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Rekan pembaca yang melihat atau menggunakan KRL Commuter Line di Jabodetabek mungkin melihat sesuatu yang berbeda akhir-akhir ini. Ya, sejumlah armada KRL Commuter Line di Jabodetabek kini mulai menanggalkan teralinya.

Terali (sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, lebih familiar dieja sebagai teralis) atau kawat ram di KRL adalah perangkat yang berfungsi untuk melindungi kaca kabin masinis dari lemparan batu. Tidak jarang kita mendengar adanya kejadian KRL di wilayah Jabodetabek dilempar batu. Oleh karenanya, perangkat terali ini kemudian dianggap perlu.

Contoh KRL berterali
Contoh pemasangan terali pada armada KRL | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Secara umum KRL tanpa terali di Jabodetabek sendiri memang sudah ada beberapa aplikasi. Seperti misal KRL KfW dulu, KRL Bandara, dan salah satu rangkaian KRL seri 8000 yaitu 8003F. Begitu pula dengan MRT Jakarta dan LRT Jakarta yang notabene juga merupakan KRL.

Meskipun demikian, selain rangkaian 8003F, semua contoh di atas memang sedari awal tidak menggunakan terali. Berbeda dengan KRL Commuter Line Jabodetabek yang notabene dulu menggunakan terali dan baru mulai dilepas sekarang.

Sementara itu untuk KRL Yogyakarta-Solo, sejak awal beroperasi armadanya sudah tidak dilengkapi terali. Armada ini termasuk dua rangkaian KRL seri 205 yang merupakan pindahan dari Jabodetabek yang sebelum dibawa ke wilayah Daop 6 Yogyakarta memiliki terali.

Menariknya, rekomendasi pelepasan terali pada KRL Jabodetabek sesungguhnya telah ada dari 2015 silam. Kala itu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat menginvestigasi insiden bertabrakannya dua KRL di Juanda mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

Salah satunya adalah untuk melepas terali dari kaca depan kabin masinis KRL. KNKT memberikan rekomendasi untuk melepas terali karena dinilai mengurangi jarak pandang masinis.

Berikut adalah sejumlah foto KRL Jabodetabek yang telah menanggalkan teralinya yang Tim REDaksi berhasil kumpulkan.

KRL seri 8000

KRL seri 8000 tanpa terali
KRL seri 8000 yaitu 8003F yang sudah lama tanpa terali di sisi 8004 | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

KRL seri 6000

KRL seri 6000 6132F tanpa teralis
KRL seri 6000 rangkaian 6132F tanpa terali | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
6122F tanpa teralis
KRL seri 6000 rangkaian 6122F tanpa terali | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
6106F tanpa terali
KRL seri 6000 rangkaian 6106F yang kini tanpa terali | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan
KRL seri 6000 tanpa terali
KRL seri 6000 tanpa terali yang pertama terlihat, 6129F | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
6131F tanpa terali
KRL seri 6000 rangkaian 6131F tanpa terali | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan
6134F tanpa terali
KRL seri 6000 rangkaian 6134F tanpa terali dengan penampil rute LED barunya | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
6115F tanpa terali
KRL seri 6000 rangkaian 6115F tanpa terali | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

KRL seri 7000

KRL seri 7000 7122F
KRL seri 7000 rangkaian 7122F tanpa terali | Foto: RED/Gilang Fadhli
KRL seri 7000 7122F tanpa teralis
Sisi lain dari KRL seri 7000 rangkaian 7122F tanpa terali | Foto: RED/Bayu Tri Sulistyo
7123F tanpa terali
KRL seri 7000 rangkaian 7123F tanpa terali | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

KRL seri 205

BUD5 tanpa teralis
KRL seri 205 rangkaian BUD5 tanpa terali | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
KRL seri 205 tanpa terali
KRL seri 205 tanpa terali, BOO128 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
KRL seri 205 tanpa terali
Satu lagi KRL seri 205 tanpa terali, BUD51 | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy
KRL seri 205 BOO79 tanpa terali
KRL seri 205 rangkaian BOO79 tanpa terali | Foto: RED/Adnan Jarkasih
DP101 tanpa terali
KRL seri 205 rangkaian DP101 tanpa terali | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
BUD7 tanpa terali
KRL seri 205 rangkaian BUD7 tanpa terali | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
BOO78 tanpa terali
KRL seri 205 rangkaian BOO78 tanpa terali | Foto: RED/Saddam Hasan Fauzan

KRL seri 203

KRL tanpa teralis
KRL seri 203 tanpa terali, BOO109 | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy
KRL seri 203 tanpa terali, BOO109
BOO109 sedang memasuki Manggarai | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
BOO109
Rangkaian BOO109 saat dijumpai di Depok | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
BUD2 tanpa terali
KRL seri 203 rangkaian BUD2 tanpa terali | Foto: Ridwan SR

Untuk saat ini belum tampak KRL seri 05 dan 8500 tanpa terali. Oleh karenanya, belum ada foto dari kedua seri tersebut pada tulisan ini.

Demikianlah koleksi foto KRL Commuter Line Jabodetabek tanpa terali yang Tim REDaksi himpun kali ini. Akankah penerapan ini menyentuh seluruh rangkaian KRL Commuter Line Jabodetabek pada nantinya? Kita lihat saja nanti. Selamat berburu, dan jangan lupa perhatikan keselamatan dan kesehatan! (RED/IHF)

Untuk koleksi galeri selengkapnya bisa pembaca lihat di sini.

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×