Beginilah Uji Coba Terbatas Kartu Transportasi JakLingko pada Moda Transportasi Jakarta

Uji coba tarif integrasi
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Safrin Liputo saat melakukan uji coba integrasi antarmoda dengan kartu dan aplikasi JakLingko, 19 Agustus silam | Foto: Antara via JakLingko

REDigest.web.id, 1/9 –  Senin (30/8), penulis (melalui Teman MRT Jakarta) berkesempatan untuk mengikuti program uji coba kartu transportasi dan aplikasi JakLingko. Sehari sebelum acara dimulai, peserta telah mengikuti rapat secara virtual melalui layanan Zoom Meeting untuk mendapatkan penjelasan mengenai cara penggunaan aplikasi.

Saat ini aplikasi JakLingko masih berstatus beta sehingga tidak dapat diunduh secara langsung melalui Google Play Store bagi pengguna Android dan Apple App Store bagi pengguna iOS. Mengenai pembayaran, aplikasi JakLingko hanya mendukung pembayaran dengan Fello, dan pada bulan September mendatang aplikasi ini akan mendapatkan tambahan metode pembayaran lainnya berupa Mandiri dan AstraPay. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan penyelarasan (binding) dengan saldo yang dimiliki pada dompet digital (pada kasus ini, Fello) tanpa harus memiliki aplikasinya.

Pembagian kartu JakLingko Indonesia dilakukan beberapa saat sebelum program uji coba dilaksanakan. Dari fisiknya penulis dapat melihat bahwa kartu ini berwarna abu-abu gelap, dicetak oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), dan memiliki lima logo moda transportasi yang beroperasi di wilayah Jabodetabek seperti KAI Commuter (Commuter Line), MRT Jakarta, TransJakarta, LRT Jakarta, dan KAI Bandara (Raillink). Sayangnya penulis dan rombongan lainnya tidak diperbolehkan untuk memublikasikan dokumentasi tangkapan layar aplikasi JakLingko dan foto kartu transportasi JakLingko Indonesia.

Program uji coba mulai dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB di Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI. Partisipan acara ini terdiri dari perwakilan berbagai komunitas. Saat itu penulis mengalami masalah pada perangkat pribadi sehingga aplikasi JakLingko tidak dapat digunakan dengan sempurna. Penulis akhirnya mendapatkan bantuan melalui ponsel pinjaman dari seseorang yang merupakan pegawai dari sebuah vendor pengembang aplikasi JakLingko. Tap in pada gate MRT Jakarta berhasil dilakukan dengan perangkat yang ia gunakan. Penulis menaiki MRT Jakarta menuju Stasiun Dukuh Atas. Setibanya di Dukuh Atas, penulis tetap menggunakan ponsel pinjaman untuk melakukan tap out.

Tap in JakLingko MRT
Tap in awal di gate MRT Jakarta menggunakan aplikasi JakLingko | Foto: Adrian Falah Diratama

Setelah keluar dari Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas, penulis kembali mendapat bantuan untuk menyelesaikan permasalahan aplikasi JakLingko. Pada akhirnya penulis berhasil mendapatkan rincian perjalanan yang akan dilakukan beserta dengan kode QR yang dapat digunakan untuk berpindah moda transportasi. Pada umumnya, pengguna aplikasi akan melakukan konfirmasi pembelian tiket dengan memasukkan kode PIN aplikasi JakLingko namun penulis tidak berkesempatan mencobanya karena permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Setelah itu, rombongan berjalan menuju Stasiun KAI Sudirman. Tap in integrasi antara MRT Jakarta dengan Commuter Line berhasil dilakukan dengan menggunakan kode QR pada aplikasi JakLingko. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan Commuter Line menuju Stasiun KAI Manggarai. Proses Tap out pun berhasil dilakukan. Untuk menuju ke Halte TransJakarta Manggarai, penulis dan rombongan peserta uji coba telah disediakan bus pengumpan Metrotrans.

Tap in Commuter Line
Tap in integrasi dari MRT Jakarta ke Commuter Line | Foto: Adrian Falah Diratama

Perjalanan dengan Metrotrans berjalan dengan cepat. Setelah itu, penulis melakukan tap in integrasi untuk kedua kalinya pada gate Halte TransJakarta Manggarai. Integrasi pembayaran antara Commuter Line dengan TransJakarta berhasil dilakukan. Rombongan menaiki TransJakarta Koridor 4 yang melayani rute Tosari–Pulogadung 2 dan turun di Halte TransJakarta Pemuda Rawamangun untuk berpindah ke moda LRT Jakarta.

Tap in JakLingko TransJakarta
Integrasi Commuter Line dengan Transjakarta | Foto: Adrian Falah Diratama

Setelah melewati Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), penulis melakukan tap out dari halte lalu kemudian tap in di stasiun melalui aplikasi JakLingko. Tap in integrasi ketiga kali antara Transjakarta dengan LRT Jakarta juga berjalan dengan baik. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki LRT Jakarta dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Pegangsaan Dua.

Tap in JakLingko LRT
Integrasi Transjakarta dengan LRT Jakarta | Foto: Adrian Falah Diratama

Penulis tidak mengikuti rombongan yang kembali menuju Stasiun Bundaran HI dengan menggunakan bus. Sebaliknya, penulis kembali menggunakan LRT Jakarta menuju Stasiun Velodrome untuk mencoba kartu transportasi JakLingko Indonesia.

Sejauh ini kartu akan berfungsi selama hanya digunakan pada rute yang dilewati oleh peserta uji coba. Setelah dibandingkan, saldo pada kartu ternyata berbeda dengan jumlah saldo pada aplikasi. Ke depannya PT JakLingko akan menyambungkan saldo pada kartu transportasi dengan saldo pada aplikasi JakLingko untuk memudahkan penggunanya. (RED Citizen/Adrian Falah Diratama/GM-MarKA)

Ralat, 1/9 11.35: Atas permintaan pihak JakLingko, judul pada artikel telah diubah menjadi “Uji Coba Terbatas Kartu Transportasi JakLingko pada Moda Transportasi Jakarta”. Tim REDaksi memohon maaf atas ketidaknyamanannya.

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: