Beginilah Kesiapan Operasi Stasiun Cikarang, Bekasi, dan Manggarai Tahun 2021

Jalur layang Manggarai
Jalur layang Stasiun Manggarai yang telah beroperasi per 25 September 2021 | Foto: RED/Rico Perdana Putra

REDigest.web.id, 13/10 – Proyek pembangunan jalur dwiganda masih terus berlanjut. Pada proyek ini termasuk di antaranya pembangunan dan switch over Stasiun Manggarai, Bekasi, dan Cikarang.

Ketiga stasiun ini perannya vital di perkeretaapian Jabodetabek dan Jawa. Pasalnya selain menjadi stasiun andalan kaum komuter, stasiun ini juga menjadi jalur lintasan dan bahkan pemberhentian sejumlah KA jarak jauh.

Pada Jumat (7/10) Tim REDaksi berkesempatan untuk menghadiri pertemuan antara KAI Commuter, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa-Banten (BTP Jakban), dan komunitas lainnya. Bagaimana saja paparannya? Ini dia.

Stasiun Bekasi

Bangunan baru Stasiun Bekasi
Bangunan baru Stasiun Bekasi | Foto: RED/Rico Perdana Putra

Di Stasiun Bekasi, proyek revitalisasi sendiri telah diketahui seperti apa layoutnya dari Desember 2019 silam. Stasiun ini nantinya akan memiliki 8 jalur, dengan 3 jalur untuk KRL, 3 jalur untuk KA jarak jauh, 1 jalur yang dapat digunakan keduanya, dan satu jalur stabling.

Layout baru stasiun ini sendiri telah mulai digunakan dari April 2021 lalu, dengan pelayanan arah Cikarang berpindah ke jalur 6 dan 7 di sisi selatan. Saat ini pembangunan Stasiun Bekasi terbagi menjadi tiga tahap, yakni pembangunan sisi selatan, pembangunan sisi utara, dan finishing.

Untuk sisi selatan, nantinya gate in dan gate out untuk pengguna KRL Commuter Line akan dibuat terpisah. Selain itu, juga dibangun fasilitas park and ride serta skybridge atau jembatan penyeberangan yang dapat digunakan untuk pengguna ataupun selain pengguna. Sementara fasilitas pendukung lainnya yang akan tersedia adalah pos kesehatan, toilet, musala, dan ruang menyusui.

Sedangkan untuk concourse sisi utara akan tersedia fasilitas pendukung yang sama dengan sisi selatan, namun terpisah dengan pelayanan KRL. Target proyek revitalisasi Stasiun Bekasi ini sendiri rencananya akan selesai pada Mei 2022 mendatang, mundur dari rencana awal tahun 2019 di mana revitalisasi ini akan selesai pada Desember 2021.

Rencana untuk keseluruhan proyek jalur dwiganda Manggarai-Bekasi akan selesai tahun 2023 mendatang. Sedangkan untuk jalur dwiganda menuju Cikarang saat ini sedang proses akuisisi lahan, dengan proses tersebut baru sampai wilayah Bekasi Timur.

Stasiun Cikarang dan Tambun

Emplasemen Stasiun Cikarang pada Mei 2021 | Foto: Aldirizzal, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Untuk Stasiun Cikarang saat ini telah selesai untuk switch over di emplasemen stasiunnya. Sejak 23 Agustus 2021, KA jarak jauh dapat kembali menggunakan emplasemen lama yang sempat ditutup sementara sejak Mei 2020 untuk pengerjaan bangunan baru.

Saat ini Stasiun Cikarang memiliki 8 jalur, dengan jalur 1-4 melayani KRL Commuter Line dan KA lokal. Sedangkan jalur 5-8 saat ini belum ada pelayanan, tetapi sudah dapat digunakan untuk lalu lintas KA jarak jauh. Rencana ke depannya, pelayanan KA lokal akan berpindah ke emplasemen sisi utara.

Sementara untuk Stasiun Tambun, saat ini pengerjaannya baru akan berlanjut kembali 2022 mendatang. Saat ini Stasiun Tambun memang tampak sedang terhenti pembangunannya.

Stasiun Manggarai

Kiri ke kanan Humas DJKA Supandi, Kepala BTP Jakban Rode Paulus, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne purba | Foto: Ridwan SR

Pemaparan lanjutan oleh KAI Commuter dan DJKA kemudian diberikan di ruang rapat Stasiun Manggarai, yang berada di bagian barat bangunan baru Stasiun Manggarai. Di ruang rapat, pembahasan dilakukan secara menyeluruh mengenai paket pekerjaan proyek jalur ganda, yakni

  • Paket A : Manggarai-Jatinegara
  • Paket B : Depo Cipinang-Kranji
  • Paket C : Bekasi – Cikarang

Dalam pemaparan tersebut, disebutkan manfaat-manfaat pembangunan jalur dwiganda, yakni meningkatkan kapasitas pelayanan perka lintas Manggarai-Jatinegara, dan sebagai pendukung infrastruktur jalur dwiganda yang bertujuan memisahkan lalu lintas KA jarak jauh dan KRL Commuter Line agar tidak saling bersinggungan dengan satu sama lain.

Pembangunan ini juga dilakukan untuk mencapai grade separation (pemisahan bidang) di Stasiun Manggarai untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan dan keamanan pengguna serta operasional KA, serta memperlancar dan mengurangi kelambatan perka pada jalur eksisting.

Perubahan pola operasi KA dan KRL
Perubahan pola operasi KA dan KRL Commuter Jabodetabek | Sumber: Presentasi DJKA

Pembangunan Stasiun Manggarai diharapkan agar menjadi stasiun sentral yang terintegrasi dengan KA jarak jauh, KRL Bandara, dan KRL Commuter Line. Nantinya, sesuai rencana nantinya akan ada perubahan besar-besaran rute KRL Commuter Line. Nantinya KRL Commuter Line dari Bogor semuanya akan bertujuan Jakarta Kota. Sedangkan KRL Commuter Line dari Bekasi akan mengikuti lintas lingkar dari Bekasi, Jatinegara, Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, hingga Jatinegara.

Switch over Manggarai
Rencana switch over Stasiun Manggarai | Sumber: Presentasi DJKA

Dalam hal ini proyek yang dikerjakan di Stasiun Manggarai akan lebih lama, karena operasional yang sangat padat, sehingga mengandalkan window time saat KA tidak beroperasi. Rencananya, selama proses switch over akan ada perpindahan lalu lintas seluruh KA dari emplasemen jalur 1-5 ke jalur 6-9. Sejak 9 Oktober sendiri jalur 4 dan 5 eksisting di Stasiun Manggarai telah ditutup untuk pelayanan KA dan KRL Commuter Line.

Rencana jalur Manggarai
Rencana jalur KA dan tampak depan Stasiun Manggarai | Sumber: Presentasi DJKA

Setelah Stasiun Manggarai selesai seluruhnya, rencananya akan ada 20 jalur yang beroperasi. Akan terdapat 10 jalur di lantai 3 dan 10 jalur di lantai 1 Stasiun Manggarai. Di lantai 1 ada 4 jalur untuk KRL Commuter Line lingkar Bekasi, 4 jalur KRL Bandara, dan 2 jalur langsir. Lalu terdapat 6 jalur di lantai 3 untuk jalur KA jarak jauh, sedang 4 jalur lainnya beroperasi sebagai jalur KRL Commuter Line Bogor-Jakarta Kota.

Selain itu juga disebutkan perihal Stasiun Jatinegara dan Stasiun Matraman. Stasiun Jatinegara rencana akan bisa switch over pada akhir tahun 2021. Sedangkan Stasiun Matraman juga rencananya akan segera beroperasi.

Skybridge Stasiun Manggarai

integrasi skybridge Stasiun Manggarai
Rencana integrasi skybridge Stasiun Manggarai dengan halte TransJakarta Manggarai | Sumber: Presentasi DJKA

Selain integrasi sesama moda KA (KA dan KRL), dalam pembangunan ini juga dilakukan integrasi antarmoda di sisi barat Stasiun Manggarai, yakni antara Stasiun Manggarai dan Terminal Manggarai. Saat ini di sisi barat telah dibuat skybridge yang memanjang di atas pintu masuk stasiun KAI Bandara.

Konsep skybridge sementara, jalan masuk, fasilitas drop off, dan jalan keluar kendaraan di Stasiun Manggarai | Sumber: Presentasi DJKA

Untuk sementara pembangunan skybridge ini pembangunannya ditahan dulu, dan perpanjangan pembangunan ini rencananya akan berlanjut dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dengan Pasaraya. Dalam rencana saat ini, dari bagian bawah dekat pintu masuk stasiun KAI Commuter akan dibuat kanopi yang menghubungkan Stasiun Manggarai dengan halte TransJakarta Manggarai.

Tidak hanya fasilitas pejalan kaki, juga akan dibuat fasilitas drop off/pick up untuk menurunkan atau menaikkan orang. Untuk arus keluar-masuk kendaraan sendiri akan dibuat terpisah, di mana terdapat jalan keluar kendaraan yang dibuat di atas saluran air.

Dalam menutup paparan ini, KAI Commuter mengapresiasi pembangunan jalur dwiganda yang saat ini dilakukan. Disebutkan Stasiun Manggarai saat ini meskipun jumlah pengguna yang keluar-masuk tidak sebanyak Stasiun Bogor atau Bekasi, tetapi jumlah pengguna transit sangatlah besar. Menurut KAI Commuter, dengan pemindahan alur pengguna KA ke concourse dapat meningkatkan keselamatan karena headway KA di Stasiun Manggarai saat ini bisa mencapai hanya 3 menit. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×