Viral Keluhan Warganet akan Larangan Foto di Stasiun, KAI Commuter Angkat Suara

Stasiun Pasar Minggu Baru
Stasiun Pasar Minggu Baru (foto 2020), tempat kejadian perkara izin fotografi yang viral kali ini | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

REDigest.web.id, 11/4 – Banyak dari kita, tanpa terkecuali Tim REDaksi merupakan pecinta kereta api yang mewujudkan aktivitas dengan memotret KA di dalam stasiun. Terlebih sejak adanya banner aturan fotografi di sejumlah stasiun, banyak yang berharap mereka dapat memotret di stasiun dengan lancar. Sayang, pelaksanaan aturan ini sepertinya masih ada saja kekurangan di lapangan.

Seperti misalnya dari Kompas.com, sebuah cuitan dari akun @rezakuscar mengenai keluhan fotografi di stasiun viral. Cuitan tersebut berisikan keluhan adanya warganet lain yang kena teguran. Ia juga menilai KAI “mencla-mencle” karena sudah terpampang aturan fotografi di stasiun.

Cuitan itu sendiri mengutip dari cerita warganet bernama Chester Anderson. Saat itu Chester sedang berada di Stasiun Pasar Minggu Baru untuk memotret KRL seri 203 dengan livery baru. Apesnya, petugas mendatanginya dan langsung menanyakan izin. Chester pun menjelaskan kalau kamera yang ia pakai diizinkan, namun petugas tersebut tetap berpegang dengan pendiriannya. Ia pun akhirnya ikut sang PKD ke kantor staf stasiun.

Di sana, ia pun bercerita bahwa sang staf justru ikut menanyakan apakah lensa yang ia gunakan seperti wartawan. Ia pun menjelaskan tidak ada aturan larangan lensa tele, namun staf stasiun tersebut yang bernama Setyawan kemudian berargumen mengenai bagaimana jika tempat kerjanya dipotret tanpa izin.

Chester yang merasa tempat kerja staf tersebut adalah fasilitas umum yang tidak mungkin lagi disembunyikan kemudian merasa bingung. Ia pun akhirnya mengatakan jika demikian agar tulis saja larangan menggunakan lensa tele di media sosial. Ia pun mengatakan di stasiun-stasiun lainnya tidak apa-apa, mengapa hanya di Pasar Minggu Baru yang begitu. Akhirnya terjadilah perdebatan antara Chester dan petugas tersebut yang berakhir dengan Chester tetap tidak mendapat izin memotret.

Tanggapan KAI Commuter

Atas kejadian viral tersebut, VP Corporate Communications KAI Commuter Anne Purba memberi tanggapan dalam akun Twitter pribadinya. Ia memohon maaf atas kejadian tersebut. Ia mengatakan telah mengingatkan kembali “teman-teman di lapangan”, dan mempersilakan pecinta kereta api mengambil foto dengan hati-hati.

Ia juga mengatakan jika masih ada yang melarang, untuk memohon agar KAI Commuter ikut membantu. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: