[GALERI] #FotoSepur di Persawahan Patukan

persawahan patukan
Lokomotif CC2018334 vintage livery menghela KA Progo melintasi persawahan Patukan | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id – Wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta banyak menyimpan lokasi pemotretan kereta api (KA) yang fantastis. Sebut saja Jembatan Progo, Tikungan Kalimenur, Tikungan Purwosari dan street running Slamet Riyadi, persawahan di Prambanan, dan lain sebagainya. Kali ini, penulis akan membagikan pengalaman penulis memotret KA di persawahan di Patukan, barat Kota Yogyakarta.

Persawahan di Patukan merupakan persawahan yang cukup luas, namun tidak terlalu luas seperti halnya persawahan di Cikarang, Lemahabang, dan Kedunggedeh di timur Jakarta, maupun persawahan Prambanan di Klaten. Sehingga anda tidak dapat menggunakan jarak pemotretan yang cukup jauh di tempat ini.

Persawahan ini menawarkan jalur lurus di petak jalan Rewulu-Patukan. Dari lokasi pemotretan, pembaca bahkan dapat melihat sinyal muka Rewulu pihak Patukan jika jeli. Memotret di lokasi ini cukup mudah untuk mengetahui kapan KA akan lewat karena terletak di dekat perlintasan sebidang.

Menuju Persawahan Patukan dari Kota Yogyakarta

Trans Jogja
Salah satu layanan Buy The Service di kota Yogyakarta, Teman Bus rute K2 Ngabean-Godean. Untuk menuju persawahan Patukan, pembaca dapat menaiki Teman Bus rute K2 ini | Foto: RED/Enrico Perdana Putra

Dari Kota Yogyakarta, lokasi ini cukup mudah untuk pembaca jangkau. Tersedia satu rute Teman Bus dengan nomor rute K2 relasi Ngabean-Godean dengan jarak antar bus 10 menit sekali. Untuk menuju ke Terminal Ngabean yang dekat dengan eks Stasiun Ngabean, pembaca dapat menggunakan beberapa rute bus Trans Jogja.

Dari Terminal Ngabean, pembaca akan melewati empat perhentian sebelum turun dari Teman Bus di perhentian Kantor Kapanewon (Kecamatan) Gamping. Dari perhentian tersebut, pembaca hanya perlu berjalan kaki beberapa ratus meter ke arah barat hingga menemukan perlintasan sebidang.

Peta transportasi umum Kota Yogyakarta | Peta oleh Forum Diskusi Transportasi Yogyakarta

Di perlintasan sebidang, pembaca cukup menyusuri rel sedikit ke arah barat hingga bertemu dengan bekas perlintasan jalan warga dengan rel. Di sanalah hamparan sawah yang cukup luas dan dapat pembaca jadikan tempat fotografi KA.

Teman Bus masih gratis saat penulis menggunakannya. Bila nanti Teman Bus sudah berbayar, pembaca harus membayar sebesar Rp3.600,- untuk menggunakan layanan Teman Bus di Kota Yogyakarta. Namun hingga tulisan ini terbit, belum ada kepastian kapan layanan Teman Bus akan berbayar.

Untuk kembali lagi ke Kota Yogyakarta, pembaca tinggal menggunakan layanan yang sama. Namun karena rutenya hanya searah menuju Godean, pembaca harus ikut Teman Bus hingga ke Godean terlebih dahulu. Di Pusat Kuliner Godean, bus akan berputar balik kembali menuju Kota Yogyakarta.

Waktu Pemotretan Terbaik

persawahan patukan
Lokomotif CC2061348 menghela KA Argo Lawu tujuan Gambir | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Seperti halnya memotret di persawahan Prambanan, waktu terbaik memotret di persawahan Patukan kurang lebihnya sama. Pada bulan Maret-September, matahari akan berada di sisi utara rel. Sedangkan pada bulan Oktober-Februari, matahari akan berada di sisi selatan rel.

Pembaca dapat memilih lebih banyak jenis KA untuk dipotret di lokasi ini ketimbang di Prambanan. Beberapa KA dari dan ke arah barat memang mengakhiri dan mengawali perjalanannya di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan. Sehingga di pagi hari, pembaca dapat memotret KA Taksaka, KA Bandara YIA, KRD Prameks, KA Fajar Utama, dan KA Progo.

Memotret arah barat di persawahan Patukan

persawahan patukan
KA Bungtalun Service dengan formasi 30 kereta | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Cukup banyak KA-KA dari arah barat jika pembaca memotret di pagi hari. Jika pembaca cukup malas dan lebih suka hal-hal yang mudah, pembaca dapat menggunakan sudut pemotretan ala pecinta kereta api dari Jepang di mana mereka biasanya lebih suka memotret dari sudut yang tidak terlalu sempit namun juga tidak terlalu lebar.

persawahan patukan
Lokomotif CC2019901R menghela KA Logawa | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
KA Logawa dari Purwokerto tujuan Jember | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
Lokomotif CC2040305 pulang ke Depo Yogyakarta setelah selesai menghela KA Cilawalu Tanker tujuan Rewulu, satu stasiun sebelum Patukan | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
KA Joglosemarkerto dari Cilacap dengan rangkaian idle KA Wijayakusuma | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
KRDE Holec rangkaian K3 2 12 01 sebagai KRD Prameks tujuan Yogyakarta. Hanya tinggal satu rangkaian KRDE Holec dengan bentuk kabin dan warna seperti ini. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Sudut seperti ini dapat tercapai dengan memotret dari bekas perlintasan jalan warga. Di bekas perlintasan tersebut terdapat bagian yang bisa pembaca jadikan tempat duduk selagi menunggu KA lewat. Sayangnya tidak ada tempat untuk berteduh, jadi siapkan topi dan losion anti ultraviolet jika pembaca tidak ingin kulitnya terbakar matahari seperti penulis.

persawahan patukan
Salah satu rangkaian KRDE ME204 melayani KA Bandara YIA | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
KA Kahuripan dari Kiaracondong tujuan Blitar | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
KRDI rangkaian K3 3 11 05 eks Way Umpu melayani KRD Prameks | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
persawahan patukan
KRDE Holec rangkaian K3 2 12 21 melayani KA Bandara YIA. Seluruh KRDE Holec rencananya akan berpindah ke Bandung untuk melayani pengumpan kereta cepat Jakarta-Bandung. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Jika KA ini sedang beroperasi, pembaca bahkan dapat juga memotret KA Bogowonto dari Pasar Senen tujuan Lempuyangan.

Memotret arah timur di persawahan Patukan

persawahan patukan
KA Mataram dari Solo Balapan tujuan Pasar Senen. Di pagi hari, backlight akan terjadi kala pemotretan menghadap ke timur. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Di pagi hari, foto pembaca akan mengalami backlight jika memotret ke arah timur, terutama jika matahari sedang berada di sisi utara rel. Jika beruntung dan cuaca sedang cukup berawan, pembaca akan mengalami saat di mana matahari tertutup awan sehingga mengurangi backlight jika memotret ke arah timur.

Namun, bila matahari tertutup awan, backlight dapat berkurang dengan sangat banyak karena cahaya matahari tidak langsung masuk ke lensa kamera | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
KA Bangunkarta tujuan Pasar Senen merupakan salah satu KA yang dapat pembaca temui di lokasi ini di pagi hari | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Beberapa KA dari timur yang tidak berasal dari Stasiun Yogyakarta maupun Stasiun Lempuyangan pada pagi hari di antaranya adalah KA Argo Lawu, KA Mataram, KA Lodaya, KA Joglosemarkerto, dan KA Bangunkarta. Di antara KA-KA tersebut, KA Bangunkarta dan KA Joglosemarkerto biasanya tidak menggunakan lokomotif CC206.

Jika KA ini sedang beroperasi, pembaca bahkan dapat juga memotret KA Bogowonto dari Lempuyangan tujuan Pasar Senen. Kemudian, pembaca juga dapat memotret KA Jaka Tingkir dari Purwosari tujuan Pasar Senen.

Di siang hari, lalu lintas KA tidak ramai seperti pagi hari dengan beberapa KA terusan akan singgah di Daop 6 Yogyakarta seperti KA Argo Wilis. Menuju sore hari, KA-KA dari Jakarta dan Bandung mulai berdatangan seperti KA Bengawan, KA Lodaya, dan KA Argo Dwipangga. Namun di sore hari, posisi backlight akan pindah ke sisi barat karena matahari akan segera tenggelam.

Dari sudut lebar

KA Bandara YIA dari sisi selatan rel dalam sudut lebar | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Bila pembaca merupakan pecinta sudut lebar, pembaca dapat memberi tantangan pada diri pembaca sendiri untuk berjalan di pematang sawah di sisi utara rel. Sawah di sisi utara rel memiliki pematang yang sangatlah sempit sehingga pembaca harus berhati-hati agar tidak tercebur.

Namun terdapat pula opsi memotret sudut lebar dari sisi selatan rel. Di sisi selatan rel, akses tidak menantang sama sekali karena pembaca hanya cukup berjalan melalui jalan akses warga yang cukup lebar untuk pejalan kaki dan sekaligus beraspal.

KA Bandara YIA tujuan Bandara YIA dari sisi utara rel | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Baik sisi utara maupun sisi selatan rel menurut penulis hanya cocok untuk melakukan pemotretan sudut lebar KA dari arah barat. Sebenarnya, pembaca dapat melakukan pemotretan sudut lebar untuk KA dari arah timur di sisi utara rel. Namun akan terjadi backlight di pagi hari.

Intermezzo dari #FotoSepur

Petani dan unggas-unggas terbang mirip burung | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Tiba-tiba bosan memotret kereta api ketika sedang berada di lokasi ini? Atau menemukan hal lain yang menarik? Tentu saja terdapat hal lain yang bisa pembaca potret di persawahan Patukan.

Pembaca dapat memotret aktivitas petani di sini. Terkadang, unggas-unggas yang sedang terbang akan menghampiri persawahan dalam berkelompok.  Nantinya unggas itu akan singgah sebentar sebelum terbang lagi ke tempat lain, atau sekedar berputar-putar di lokasi yang sama.

Pesawat Hercules milik TNI AU di langit Patukan | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin
Pesawat Embraer Legacy 600 milik Premiair di langit Patukan | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Bila melihat ke arah langit, pembaca akan menemukan banyak pesawat yang juga beterbangan. Di bulan Juli saat penulis mengunjungi persawahan Patukan, penulis juga menemukan berbagai pesawat militer khususnya pesawat latih. Ini merupakan hal yang biasa, karena di bulan Agustus dan setelahnya ada momen HUT RI dan juga HUT TNI.

Berbagai pesawat komersial dan terkadang pesawat sipil pun dapat pembaca temui di sini. Namun sejak pemindahan penerbangan jet komersial ke Bandara YIA, pembaca hanya akan dapat menemukan pesawat baling-baling untuk penerbangan jarak menengah di langit Patukan. Saat penulis mengunjungi lokasi ini, penulis menemukan hanya satu pesawat jet kecil yang merupakan pesawat jet sewaan.

Lapar?

Bila pembaca lapar, terdapat banyak sekali warung makan sepanjang jalan dari Kantor Kapanewon Gamping hingga perlintasan KA. Dari mulai gudeg, lotek, hingga pecel lele semua tersedia. Tak perlu khawatir dengan harga, karena harganya cukup terjangkau oleh kantong backpacker. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: