TransJakarta Terapkan One Man One Ticket, Sempat Terjadi Kebingungan

Antrean panjang di salah satu halte Koridor 4 TransJakarta pada hari pertama perubahan sistem pertiketan | Foto: Diva Faundra

REDigest.web.id, 4/10 – Setelah sebelumnya telah lama mengumumkan kebijakan one man one ticket, akhirnya TransJakarta benar-benar menerapkan sistem ini. Dengan sistem ini, setiap pengguna TransJakarta wajib melakukan tap in saat masuk halte/naik bus, dan tap out saat keluar halte/turun bus. Bersama dengan JakLingko Indonesia, penerapan sistem ini berlaku mulai Selasa (4/10) ini setelah lama tidak ada tanggal kongkretnya.

Sayangnya, sepertinya penerapan sistem ini di lapangan menimbulkan kebingungan. Pada pagi hari, tampak keluhan pengguna terkait lamanya antrean di halte seperti misalnya di Pinang Ranti. Melansir dari IDN Times via MSN, antrean panjang di halte ini terjadi karena banyaknya pengguna yang harus melakukan reset kartu. Hal ini karena data kartu mereka yang tak terdaftar telah tap out.

Para pengguna pun kecewa karena merasa tidak ada sosialisasi. Keluhan juga salah seorang pengguna Halte Tosari yaitu nic_monic lontarkan, di mana tampak antrean yang sangat membludak saat pengguna hendak tap out. Ia sampai mempertanyakan kapan halte tetangganya bisa selesai renovasi.

Berdasarkan diskusi dan pantauan lapangan yang Tim REDaksi himpun dari media sosial, selain keluhan reset kartu, keluhan saldo terpotong berkali-kali juga terjadi. Dalam salah satu kiriman di media sosial, salah satu pengguna TransJakarta yang naik di Slamet Riyadi harus tap in sebanyak tiga kali agar bisa masuk dan mengalami pemotongan saldo Rp2.000 Akan tetapi, begitu ia tap out di Halte Budi Utomo, ia jsutru terkena potongan saldo Rp2.000 lagi.

Salah satu bukti perjalanan terkena potong saldo dua kali saat tap in dan tap out | Foto: Lucius Juan Halim

Keluhan yang sama pun juga terjadi dengan pengguna Twitter uray_24. Di mana ia mengeluhkan saldonya yang terdebet dua kali saat tap in dan tap out di sesama halte BRT. Saat tap in di Halte Adam Malik, saldo kartunya terpotong Rp3.500. Begitu ia tap out di Halte CSW, ternyata saldo kartunya terpotong lagi sebanyak Rp3.500.

Pada sore hari jam kerja, keluhan pun tampak belum sepenuhnya teratasi. Pengguna bernama rangkutisulis melaporkan situasi antrean padat di Halte S Parman Podomoro City pukul 17.46. Tampak dalam foto tersebut antrean pengguna yang memenuhi JPO. Ia juga mengeluhkan jumlah gate yang hanya satu buah.

Mengenai antrean ini, melansir dari Tempo, pihak JakLingko pun menanggapi dengan klaim bahwa mereka sudah melakukan sosialisasi di media sosial dan workshop TransJakarta. Meski demikian, saat Tim REDaksi memeriksa media sosial JakLingko, sosialisasi untuk pemberlakuan sistem one man one ticket tampak baru ada saat hari H baik dari kiriman Instagram ataupun dari story. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

One thought on “TransJakarta Terapkan One Man One Ticket, Sempat Terjadi Kebingungan

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: