Fakta KAKereta ApiRED Citizen JournalismTeknis

Beginilah Upaya Peningkatan Kecepatan di Divre I Sumatra Utara

Ilustrasi: KA Sribilah, salah satu KA penumpang di Sumatra Utara | Foto: Hagi Hidayah, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

REDigest.web.id – Pada tanggal 1 Juni 2023 kemarin, seperti yang kita ketahui, Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) meresmikan grafik perjalanan baru (Gapeka) yakni Gapeka tahun 2023 yang merupakan pembaharuan dari grafik perjalanan KA sebelumnya, yakni Gapeka 2021.

Pada Gapeka 2023 ini, khususnya di Divisi Regional 1 Sumatera Utara, terjadi beberapa perubahan dan peningkatan, mulai dari waktu tempuh yang lebih cepat serta kecepatan lintas yang semakin tinggi.

Latar Belakang

Pihak Angkutan Penumpang Divre 1 masih tetap berupaya memangkas waktu tempuh kereta-kereta penumpang di Divre 1 yang kian bersaing dengan angkutan roda karet. Terutama kini mulai hadir jalan tol Medan-Tebingtinggi sejak 2017 dan Tebingtinggi-Indrapura yang dibuka pada tanggal 14 April 2023 kemarin membuat angkutan KA semakin tertinggal.

Sebelum terjadinya perubahan Gapeka 2019, kecepatan lintas rata-rata kereta api Divisi Regional 1 Sumatera Utara hanya berkisar 50-70 km/jam saja. Ini tentu sangat mengancam keberlangsungan kereta api. KA Sribilah pada masa itu menempuh waktu rata-rata dari Medan ke Tebingtinggi kurang lebih adalah 2 jam 10 menit. Sedangkan dengan bus dapat ditempuh kurang lebih satu setengah jam via jalan tol.

Waktu tempuh KA Sribilah juga dinilai cukup lambat, tak hanya Sribilah, KA Siantar Ekspres pada masa itu yang paling terdampak, waktu tempuh dari Medan ke Siantar dengan KA dapat ditempuh dalam waktu 4 jam 30 menit, sedangkan dengan roda karet, ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam saja. Tentu ini jadi permasalahan serius.

Mulainya Peningkatan Kecepatan KA Sumatra Utara

Ilustrasi KA Siantar Ekspres, salah satu KA di Sumatra Utara yang mengalami peningkatan kecepatan yang cukup drastis | Foto: Fadhil Dimas Nabilah, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Mulai tahun 2020, lintasan Divre 1 mulai serentak melakukan peningkatan lintas, dengan mengganti bantalan lama dan rel lama dengan bantalan baru dengan rel bertipe R54 yang sebelumnya menggunakan rel campuran R33, R42 dan NP. 34, hingga kemudian upgrade lintasan ini selesai pada awal 2022 dari Medan hingga Tebingtinggi, dan pertengahan 2022 dari Tebingtinggi ke Siantar.

Divre 1 mulai melakukan uji coba peningkatan kecepatan lintas, dari yang sebelumnya 50-70 km/jam, menjadi 80- 90 km/jam. Uji coba ini cukup berjalan sukses, hingga akhirnya pada Gapeka 2021 revisi, KA Siantar Ekspres mulai melakukan peningkatan batas kecepatan maksimal ke 90 km/jam pada akhir 2022 lalu.

Dinilai sukses, kemudian pada Gapeka 2023, mulai ditentukanlah kecepatan lintas untuk memangkas waktu tempuh, yang kemudian, disusul juga selesainya peningkatan lintas dari Tebingtinggi hingga Perlanaan.

Sribilah di GAPEKA 2023

Pada Gapeka 2023, KA Sribilah juga mulai memangkas waktu tempuhnya yang rata-rata 6 jam 10 menit pada Gapeka 2015 hingga 5 jam 33 menit pada Gapeka 2021. Di Gapeka 2023 ini, Sribilah berhasil memangkas waktu tempuh tercepat dari Medan hingga Rantau Prapat menjadi hingga hanya 5 jam saja.

Tentu ini masih belum membuat Divre 1 puas, pasalnya, pada 14 September 2023, KLB V1/10292 dan V1/10321 dengan lokomotif CC201 83 28 melakukan uji coba peningkatan lintas kembali menjadi tembus 110 km/jam, Dengan top speed 109.2km/jam. Dengan kecepatan tersebut, waktu tempuh Medan-Tebingtinggi dapat ditempuh hanya dalam waktu satu jam saja, yang sebelumnya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit hingga 2 jam.

Divre 1 mulai serius dalam memproyeksikan saingan kecepatan dan layanan dari angkutan roda karet, terutama ketika KLB Haji kemarin, Rantau Prapat-Medan dapat ditempuh dalam waktu di bawah 4 jam, kurang lebih 3 jam 52 menit, bahkan ini mengalahkan rekor KA legendaris Divre 1 kala itu, yaitu Kinantan yang menempuh waktu di rute yang sama kurang lebih 4 jam 30 menit.

Tentunya ini menjadi harapan besar dari pihak KAI Divre 1, Railfans, serta masyarakat Labuhan Batu serta Kota Medan dan Rantau Prapat untuk menanti kembalinya kejayaan perkeretaapian tanah Deli, dengan diresmikannya pemangkasan waktu KA Sribilah dengan tajuk “Sribilah 5 jam” pada 28 September kemarin, ini menjadi salah satu lompatan besar bagi Divre 1. (RED Citizen Journalism/Muhammad Adrian Afikhas)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×