Fakta KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

Mengenal KRL Seri 205 Rangkaian BOO142: Datang Belakangan, Pasang Fitur Spesial Duluan

KRL seri 205 rangkaian BOO142
KRL seri 205 rangkaian BOO142 menuruni jalur layang menuju Stasiun Jakarta Kota | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id – Semua rangkaian KRL yang beredar di ranah Jabodetabek punya cerita masing-masing. Entah itu cerita menyenangkan maupun memilukan. Setelah kami di Railway Enthusiast Digest menceritakan tentang KRL seri 8000 rangkaian 8007F, KRL seri 8500 rangkaian 8604F, dan KRL seri 205 rangkaian DP66, pada kesempatan kali ini kami akan bercerita tentang KRL seri 205 rangkaian BOO142 (205-142F eks HaE 23 dari jalur Saikyo). Mungkin menurut sebagian orang, rangkaian ini sama aja kayak 205 yang lain. Tapi ternyata, ada cerita yang dapat membuat KRL ini dikategorikan sebagai salah satu bintangnya Jabodetabek yang spesial.

Awal kehidupan di Jepang

KRL seri 205 rangkaian BOO142
KRL seri 205 rangkaian BOO142 semasa masih di Jepang, sebagai HaE 23 | Foto: Metropolitan Area

Rangkaian ini termasuk ke dalam batch produksi menjelang terakhir di Jepang. Awalnya, rangkaian yang mulai berdinas pada tanggal 22 November 1990 di Jepang ini adalah rangkaian dengan formasi standar tanpa kereta 6 pintu, formasi standar yang digunakan sejak zaman JNR seperti yang kita temukan pada rangkaian 205-42F (BOO-42 eks HaE 30 eks ToU 42).

Formasi pertama rangkaian HaE 23 | Litbang GM-MarKA

Namun pada tahun 2004, formasi standar tersebut diubah menjadi formasi seperti yang kita lihat di negeri ini, SaHa 205-226 dan SaHa 205-227 asli bawaan 205-142F digantikan oleh T’204-12 dari 205-12F (ToU 12, kemudian menjadi KeYo M26 dan BUD12 sebelum menjadi bagian dari BUD29) dan T’204-40 dari 205-57F (ToU 57, kemudian menjadi KeYo M16 dan DP57). Sedangkan SaHa 205-226 dan 205-227 dioper ke jalur Musashino dan digunakan oleh rangkaian 205-7F (KeYo M20 eks ToU 7) yang nantinya akan menyusul ke Indonesia dan menjadi BUD5.

Formasi rangkaian HaE 23 setelah pertukaran kereta | Litbang GM-MarKA

Pergi ke Indonesia

KRL seri 205 rangkaian BOO142
Debut di Indonesia, 2 September 2014 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Akhir 2013, rangkaian ini diberhentikan dari kedinasannya di Jepang, sehubungan dengan diperkenalkannya KRL seri E233 di jalur Saikyo. Dan nasibnya termasuk beruntung karena oleh JR East rangkaian ini dipilih untuk dikapalkan ke Indonesia, sebagai bagian dari pembelian 18 rangkaian dengan formasi 10 kereta yang dilakukan oleh PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ, sebelum berubah menjadi Kereta Commuter Indonesia (KCI)). Rangkaian ini tiba di Indonesia pada bulan Desember 2013, bersama dengan 205-92F (BOO92 eks HaE 4) dan 205-137F (BOO137 eks HaE 26 eks URa 92).

Berangkat dari Stasiun Pondok Cina, dengan posisi kepala sudah terputar | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Setelah tiba di Indonesia, rangkaian ini langsung disesuaikan dengan standar Indonesia, juga diganti livery-nya menjadi livery khas KCJ yaitu merah-kuning. Cukup lama rangkaian ini mendekam di dalam Dipo Depok, 9 bulan setelah kedatangan baru berdinas. BOO142 juga datang ke Indonesia dengan posisi kereta 1 (Tc’204) menghadap ke selatan, dan kereta 10 (Tc205) menghadap ke utara. Namun sebulan kemudian, posisinya sudah diputar melalui Lin Lingkar.

Formasi rangkaian eks HaE 23 setelah penambahan penomoran Kemenhub | Litbang GM-MarKA

Di bulan-bulan awal tahun 2015, rangkaian ini diberikan kodefikasi Kemenhub K1 1 14 121 sampai dengan K1 1 14 130. Penomoran ini diberikan dengan melihat tanggal rangkaian ini mulai beroperasi, walaupun sudah tiba di Indonesia sejak akhir 2013.

Fitur khusus rangkaian BOO142

KRL seri 205 rangkaian BOO142
Berangkat dari Stasiun Manggarai, 11 Januari 2015, perhatikan bagian LED | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

BOO142 merupakan rangkaian yang paling beruntung di antara rangkaian seri 205 lainnya. KRL seri 205 rangkaian BOO142 dipilih menjadi pelopor TV dan CCTV rangkaian, juga pelopor LED penampil tujuan akhir di Jabodetabek. Selain LED, fitur spesial ini hanya dimiliki oleh KRL seri 205. Sedangkan untuk LED, pada saat itu hanya rangkaian ini saja yang menggunakan LED aktif. Rangkaian ini juga jarang mengalami gangguan, dan sampai sekarang hanya 2 kali mengalami kecelakaan.

Rangkaian ini sudah ditabrak kendaraan darat sebanyak 2 kali. Dalam kali pertama, cowcatcher pada salah satu KuHa patah jadi 2 bagian, namun langsung diganti dengan cowcatcher dari rangkaian lain. Pada kali kedua, cowcatcher pada kereta kabin sebelah utara ompong, meskipun akhirnya ditambal dan tidak lama kemudian masuk perawatan akhir lengkap sehingga cowcatcher-nya diganti.

Menjalani Perawatan Akhir Lengkap (PAL) lebih awal

Setelah perawatan akhir lengkap, lebih fresh, berdinas sebagai KA 1093 Depok-Jakarta Kota, 10 Desember 2015 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Di 6 bulan terakhir 2015, rangkaian seri 205 mulai diprogramkan untuk perawatan akhir lengkap di Balai Yasa Manggarai. Ada 5 rangkaian yang dipilih, dan BOO142 menjadi KRL seri 205 ke-3 yang menjalani perawatan akhir lengkap (PAL) di Balai Yasa Manggarai. BOO142 masuk perawatan akhir pada bulan Oktober 2015. Sebelum masuk perawatan akhir, rangkaian ini juga sempat dipilih untuk mempromosikan ulang tahun KCJ yang ke-7.

T’204-12 dari ToU 12 (KeYo M26 → BUD12), di Indonesia menjadi kereta tematik 7 Tahun KCJ | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Setelah perawatan akhir tahun 2015, rangkaian ini beroperasi kembali pada 27 November 2015. Pada saat itu, rangkaian ini beroperasi kembali di jalur Bogor.

Operasional di Indonesia

KRL seri 205 rangkaian BOO142 di Stasiun Jurangmangu, 2021 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Di jalur Bogor, semasa GAPEKA 2015 rangkaian ini sering mengisi perjalanan kereta pertama dari Bogor yang ditutup dengan menjadi kereta terakhir tujuan Bogor, apabila rangkaian ini stabling di Bogor di malam sebelumnya. Seolah-olah menjadi rangkaian kesayangan di jalur Bogor. Semenjak Lin Rangkasbitung beberapa perjalanannya memakai KRL formasi 10 kereta (SF10), rangkaian ini telah beberapa kali berdinas di sana.

Bahkan saat tulisan ini diketik pun rangkaian BOO142 sedang berdinas di sana sejak kurang lebih seminggu yang lalu, seolah pengatur dinasan KRL di jalur kulon tidak mau melepaskan rangkaian yang juga menjadi kesayangan Bogor ini.

Alokasi dan Perubahan Formasi Rangkaian BOO142

KRL seri 205 rangkaian BOO142 di tahun 2021 dengan formasi yang telah berubah | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Penerapan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 54 tahun 2016 mengubah penomoran Kementerian Perhubungan pada rangkaian ini. Nomornya kini berada di jangka K1 1 90 dan K1 1 91.

Pada awalnya, rangkaian BOO142 dialokasikan di dipo Bukit Duri bersama dengan rangkaian KRL seri 205 lainnya. Namun, sejak kedatangan KRL Tokyo Metro seri 6000 jilid kedua mulai caturwulan akhir 2016, rangkaian-rangkaian KRL seri 205 formasi 12 kereta dimutasi dari dipo Depok ke dipo Bukit Duri. Hal ini mengakibatkan kapasitas perawatan KRL di Bukit Duri penuh sehingga Bukit Duri kemudian memutasi sebagian besar rangkaian-rangkaian formasi 10 kereta ke dipo Bogor. Rangkaian BOO142 sendiri termasuk yang dimutasi ke dipo Bogor, dan menjadi rangkaian ke-15 yang dimutasi ke Bogor pada awal 2017 yang lalu.

Setelah berpindah rumah ke Bogor, rangkaian ini banyak menghabiskan waktunya di rumahnya sendiri ketimbang di tempat lain. Namun, pemberlakuan Gapeka 2017 yang menitikberatkan penggunaan rangkaian formasi 10 kereta di lintas Rangkasbitung membuat rangkaian ini lebih sering berada di Rangkasbitung. Geometri jalur yang kurang baik menghabiskan diameter roda pada rangkaian ini, dan sebagai akibatnya rangkaian ini sempat berdinas sebagai rangkaian formasi 8 kereta selama dua bulan sejak Agustus 2017 sampai Oktober 2017 yang lalu.

Formasi rangkaian BOO142 setelah perubahan pertama | Litbang GM-MarKA

Di tahun 2019, formasi rangkaian ini berubah dengan Depo KRL Bogor selaku pemilik rangkaian yang menjalankan perubahan formasi. Formasi berubah dengan menggeser kereta SaHa ke posisi baru dari posisi awalnya. Perubahan formasi ini dilakukan sebanyak dua kali dalam waktu berbeda. Selain itu, penerapan nomor urut rangkaian juga menjadikan kereta Tc205-142 sebagai kereta 1, berkebalikan dengan urutannya di jalur Saikyo.

Formasi rangkaian BOO142 setelah perubahan ketiga | Litbang GM-MarKA

Begitulah sekelumit cerita dari sang bintang baru Jabodetabek, BOO142, yang pada tahun ini usianya genap 28 tahun. Sampai saat ini belum ada lagi rangkaian yang lebih spesial dari rangkaian ini, hingga membuatnya sangat disayangi. (RED/MPF/ADP)

Photos taken in Japan are credited to its owner respectfully.

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

3 komentar pada “Mengenal KRL Seri 205 Rangkaian BOO142: Datang Belakangan, Pasang Fitur Spesial Duluan

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×