KAI, KAI Commuter, dan INKA Teken MoU Pengadaan KRL, Bergulir Mulai 2024

mou krl baru
KRL KfW i9000 melayani Lin Yogyakarta memasuki Stasiun Lempuyangan. KRL ini merupakan KRL buatan INKA. KAI Commuter akan memesan 16 rangkaian KRL SF12 ke INKA, yang akan beroperasi mulai 2024. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id, 9/5 – PT Kereta Api Indonesia (KAI, Persero) beserta anak usahanya KAI Commuter menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Industri Kereta Api (INKA, Persero) pada Senin (9/5) pagi. MoU antara ketiga perusahaan ini adalah tentang pengadaan kereta rel listrik (KRL) buatan baru yang nantinya akan KAI Commuter operasikan.

Penandatanganan MoU ini berlangsung di kantor Kementerian BUMN di Jakarta. Hadir dalam penandatanganan MoU ini Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Utama KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar, dan Direktur Utama INKA Budi Noviantoro. Selain itu, turut hadir pula Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI Djarot Tri Wardhono, dan Direktur IMATAP Kementerian Perindustrian R. Hendro Martono.

16 rangkaian KRL baru

mou krl baru
KRL seri 203 rangkaian BUD106, SF12. KRL SF12 kini menjadi pemeran utama KRL komuter di Jabodetabek. KAI Commuter telah menandatangani MoU dengan INKA untuk pengadaan KRL baru SF12. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Rencananya, KAI Commuter akan mengadakan sebanyak 16 rangkaian KRL baru dari INKA. Masing-masing rangkaian terdiri dari 12 unit kereta (SF12), dengan jumlah total 192 unit. “Harapannya segala persiapan hingga pengiriman pertamanya akan sesuai jadwal yang diperkirakan pada tahun 2024,” tutur Budi melansir dari Liputan 6. Selain produksi, INKA juga akan menyediakan layanan purna jual seperti penyediaan suku cadang komponennya.

KAI Commuter sebagai operator KRL Jabodetabek dan KRL Yogyakarta-Solo membutuhkan sarana yang andal sebagai modal utama melayani pelanggan. Saat ini, KAI Commuter memiliki 19 rangkaian KRL SF8, 47 rangkaian SF10, dan 43 rangkaian SF12 di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, KAI Commuter memiliki 2 rangkaian KRL SF4 dan mengoperasikan 10 rangkaian SF4 milik Kementerian Perhubungan di wilayah Yogyakarta-Solo. Lebih dari 90 persen dari jumlah total KRL ini merupakan KRL impor bukan baru dari Jepang yang terbagi ke dalam beberapa seri KRL.

“Harapannya produksi rangkaian KRL bisa bertahap di Indonesia. Karena saat ini masih banyak rangkaian KRL yang diimpor,” ungkap Tiko, sapaan akrab Wamen BUMN II.

Butuh tambahan rangkaian KRL baru

KRL seri 205 rangkaian BOO142. Lebih dari 90 persen armada KRL milik KAI Commuter merupakan impor bukan baru dari Jepang. Namun KRL-KRL ini tetap andal dalam melayani penumpang. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Dengan target melayani 1,2 juta penumpang per tahun, KAI Commuter butuh tambahan sarana KRL yang andal untuk memenuhi target tersebut. Terlebih saat ini di wilayah Jabodetabek masih terdapat banyak rangkaian KRL SF8 yang beroperasi sehingga kurang dapat memenuhi target tersebut.

“Ada jalur dwiganda di Bekasi-Manggarai, juga modernisasi persinyalan arah Bogor sehingga headway menjadi 3 menit dari sebelumnya 5 menit. Begitu juga pembaharuan persinyalan di arah Serpong (Lin Rangkasbitung). Perhitungan kami kebutuhan KRL di tahun 2024-2025 itu kita butuh 16 rangkaian KRL baru,” kata Roppiq melansir dari CNBC Indonesia.

Lewat MoU ini, Roppiq berharap pelayanan kepada pengguna KRL akan semakin baik dan jumlah pengguna transportasi umum akan meningkat. Selain itu, ia juga berharap terciptanya operation excellence yang menjadikan KRL sebagai transportasi ramah lingkungan dan efisien.

Di lain pihak, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan pengadaan KRL baru ke INKA harus berlangsung dengan tepat kualitas dan tepat waktu. KAI melihat optimisme pemulihan ekonomi dari pandemi yang luar biasa. Menurutnya, peningkatan pengguna jasa kereta api telah terlihat dengan keterisian okupansi sudah hampir 100 persen.

Render desain KRL muncul

Sesi foto bersama penandatanganan MoU pengadaan KRL buatan baru antara KAI, KAI Commuter, dan INKA. Di bagian kiri foto, tampak render KRL baru buatan INKA yang sepintas mirip dengan KRL buatan Stadler AG pada umumnya. | Foto: Kementerian BUMN via Kumparan

Saat sesi foto bersama, potongan render desain KRL buatan baru ini muncul pada banner penandatanganan MoU. Pada render tersebut, nampak desain KRL ini sepintas mirip dengan kebanyakan KRL buatan Stadler AG, perusahaan manufaktur kereta api asal Swiss. Nampak KRL menggunakan warna putih dengan kelir merah serta abu-abu. Selain itu, pintu penumpang KRL juga menggunakan desain outboard (di luar dinding) layaknya light rail vehicle (LRV) milik LRT Jakarta maupun KAI.

Kemiripan desain KRL ini dengan KRL buatan Stadler bukanlah tanpa alasan. Di tahun 2019 lalu, Stadler memasuki pasar Asia dengan menandatangani kerjasama dengan INKA. Dalam kerjasama tersebut, Stadler dan INKA membentuk joint venture untuk membangun pabrik di Banyuwangi, Jawa Timur, dan akan memproduksi 500 unit kereta dengan opsi 500 unit lainnya untuk KAI.

Namun, render ini belum tentu akan sama dengan bentuk final KRL baru untuk KAI Commuter ini. Bentuk final KRL baru ini dapat saja berbeda dengan apa yang tertampil pada render, pun begitu dengan warna KRL tersebut.

Hingga tulisan ini terbit, belum ada informasi mengenai di mana KRL ini akan beroperasi. Namun dengan susunan rangkaiannya yang SF12, rangkaian KRL ini mungkin saja akan beroperasi di Jakarta. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

One thought on “KAI, KAI Commuter, dan INKA Teken MoU Pengadaan KRL, Bergulir Mulai 2024

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: