Selain Switchover, Begini Lho Pekerjaan Konstruksi di Stasiun Manggarai dan Jatinegara

Sebuah rangkaian KRL Commuter Line seri 6000 memasuki emplasemen baru Stasiun Manggarai. Penggunaan emplasemen baru ini adalah bagian dari switchover demi proyek double-double track (DDT) yang sedang dikebut. 

[29/08] – Kita semua tentu telah mengetahui rencana swtichover beserta perubahan flow penumpang yang dilakukan untuk menunjang proses konstruksi pada Stasiun Manggarai yang telah dilaksanakan pada 11 Agustus lalu. Switchover ini melibatkan pemindahan operasional KRL Commuter Line pada jalur 6 dan 7 di Manggarai yang untuk sementara dinonaktifkan ke jalur 8, 9, dan 10 yang baru diaktifkan beserta dengan perubahan alur penumpang.

Akan tetapi, sesungguhnya pekerjaan konstruksi pada Stasiun Manggarai tidak hanya berhenti di sini. Ternyata ada beberapa tahapan swtichover baik yang telah, ataupun yang akan dilaksanakan di Stasiun Manggarai dan juga Jatinegara dalam rangka mendukung proyek jalur dwiganda/double-double track (Selanjutnya akan disebut sebagai DDT). Penasaran? Simak saja artikel berikut.

Stasiun Manggarai

Aktivitas konstruksi pada Stasiun Manggarai. Tampak petugas sedang membongkar bancik pada jalur 7 yang telah dinonaktifkan

Stasiun Manggarai sebagai stasiun yang akan dijadikan stasiun sentral KAJJ, KRL Bandara, dan KRL Commuter Line seiring dengan jadinya proyek DDT tentu saja akan mengalami banyak sekali perubahan untuk mengakomodasi hal tersebut. Proses swtichover pada Stasiun Manggarai terdiri dari lima tahap dengan dua tahap telah terlaksana per Agustus 2018.

Layout baru Stasiun Manggarai setelah switchover

Tahap pertama adalah pengaktifan jalur 8 dan 9 di Stasiun Manggarai untuk mengakomodasi gerakan langsir KRL Bandara yang telah dilaksanakan pada November 2017 lalu, di mana pada saat pembukaan operasi KRL Bandara tujuan Manggarai (hingga saat artikel ini turun – REDaksi) KRL Bandara hanya bisa melayani hingga Stasiun BNI City untuk kemudian langsir di Stasiun Manggarai.

Tahap kedua adalah pengaktifan jalur 10 di Stasiun Manggarai serta mematikan jalur 6 dan 7 yang biasa digunakan KRL Commuter Line dan langsiran Balai Yasa Manggarai yang telah dilaksanakan pada Agustus 2018 kemarin atau mundur tiga bulan dari taret Mei 2018, yang dilakukan untuk mengakomodasi proses konstruksi di Stasiun Manggarai. 
Tahap ketiga adalah pengaktifan kembali jalur 6 di Stasiun Manggarai serta memulai operasional KRL Bandara dari Stasiun Manggarai yang rencananya akan dilaksanakan Januari 2019 mendatang atau mundur satu bulan dari target Desember 2018, sehingga layanan KRL Bandara dari Manggarai hingga Bandara Soekarno-Hatta bisa dilayani secara penuh.
Tahap keempat adalah perubahan jalur di mana DDT Manggarai – Jatinegara yang saat ini sedang dibangun akan dipindahkan ke jalur baru Stasiun Manggarai, yang berbarengan dengan operasional Stasiun Matraman yang rencananya akan dilaksanakan pada Juni 2019 atau mundur tiga bulan dari target Maret 2019 yang disebabkan kecelakaan kerja pada bulan Februari 2018 lalu.
Tahap kelima dan yang terakhir adalah pengoperasian Stasiun Manggarai dan Jatinegara baru yang rencananya akan dilaksanakan pada September 2019. Pada tahap ini, operasional KRL Commuter Line tujuan Bogor akan dipindahkan ke jalur baru yang berada di jalur layang yang berada di lantai 2 Stasiun Manggarai sekaligus menandakan pengoperasian penuh Stasiun Manggarai yang baru. 

Stasiun Jatinegara

Sebuah lokomotif di jalur 3 baru Stasiun Jatinegara. Perubahan jalur ini terjadi sebagai dampak dari konstruksi pada Stasiun Jatinegara dalam rangka mendukung proyek DDT.
Sementara itu, Stasiun Jatinegara yang menjadi stasiun percabangan antara lintas raya Pantura, lintas Jatinegara – Manggarai – Jakarta Kota/Tanah Abang, dan lintas Jatinegara – Pasar Senen – Kampung Bandan juga mendapat perubahan yang sangat besar sebagai dampak proyek DDT. Proses switchover pada Stasiun Jatinegara mempunyai empat tahap dengan satu tahap telah terlaksana per Agustus 2018.
Layout Stasiun Manggarai, rencana Stasiun Matraman, dan Stasiun Jatinegara untuk konstruksi DDT. 
Tahap pertama adalah penonaktifan jalur 4 dan 5 lama serta pengaktifan jalur 4 dan 5 baru di Stasiun Jatinegara pada bulan Mei 2018 lalu. Peron serta rel jalur 4 dan 5 lama yang telah populer sebagai tempat memotret KA bagi para railfans dibongkar untuk mengakomodasi perubahan layout jalur pada Stasiun Jatinegara. Selain itu, jalur 3 lama Stasiun Jatinegara juga dilakukan perubahan alignment yang melibatkan pembangunan peron baru.

Tahap kedua adalah pengoperasian DDT Jatinegara-Kranji, pemindahan dipo lokomotif dari Dipo Lokomotif Jatinegara ke Cipinang yang disusul dengan pembongkaran los luar Dipo Jatinegara, dan menonaktifkan sementara jalur 1 dan 2 Stasiun Jatinegara yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober 2018. Los luar Dipo Jatinegara sendiri akan dibongkar dikarenakan lahannya akan digunakan untuk jalur baru arah Pasar Senen, sementara bangunan utama Dipo Jatinegara akan dijadikan heritage.

Tahap ketiga adalah pengoperasian jalur baru ke arah Stasiun Pasar Senen yang rencananya akan dilaksanakan pada Juli 2019 atau mundur empat bulan dari target Maret 2019 dikarenakan keterlambatan kedatangan material dari Kyosan yang rencananya baru akan tiba Maret 2019.

Tahap keempat dan yang terakhir adalah pengoperasian kembali jalur 1 dan 2 Stasiun Jatinegara pada September 2019, sekaligus menandakan pengoperasian secara penuh Stasiun Jatinegara yang baru.

Demikianlah tahapan-tahapan konstruksi Stasiun Manggarai dan Jatinegara yang dapat Tim REDaksi sampaikan. Kita berharap segala proses ini dapat berjalan dengan tepat waktu, tanpa halangan yang berarti.

Sumber
Sosialisasi Switchover Stasiun Manggarai bersama PT KCI dan Ditjen Perkeretaapian, 10 Agustus 2018.

RED|Ikko Haidar Farozy

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: