KRDE Seri ME204 Akan Dibuat Versi KA Regional?

ME204
Render KRDE seri ME204 versi formasi 10 kereta (SF10) | ilustrasi: INKA

(9/6) – Bersamaan dengan rilisnya desain KA semi cepat (Medium Speed Train, MST), Industri Kereta Api (INKA) juga merilis render kereta rel diesel elektrik (KRDE) seri ME204. ME204 adalah KRDE yang juga digunakan pada layanan Solo Ekspres, Bandara Yogyakarta, dan Bandara Minangkabau yang dioperasikan Kereta Api Indonesia (KAI).

Namun, KRDE ME204 versi baru ini berbeda dengan versi sebelumnya. KRDE pada render ini memiliki formasi 10 kereta dengan komposisi 2M8T (2 kereta motor, 8 kereta pengikut). Posisi kereta motor berada di tengah-tengah rangkaian pada kereta 5 dan 6, dan digunakan sebagai kereta makan dan mini bar. Bila mengikuti kodefikasi kereta makan, maka kelak setiap kereta nomor 5 dan 6 ini akan memiliki kodefikasi penomoran “M1 2 xx xx”.

Susunan rangkaian KRDE ME204 formasi 10 kereta, di mana unit T’ adalah kereta penumpang dengan komponen underframe tambahan | infografis: INKA

KRDE SF10 ini akan memiliki kecepatan maksimum yang sama dengan versi SF4, yaitu 120 km/jam. Dengan asumsi total berat kosong rangkaian 422 ton, KRDE ini diasumsikan dapat melibas gradien 28‰. Nantinya, KRDE ini akan menggunakan empat unit mesin dengan daya keluaran masing-masing sebesar 565 kilowatt.

KRDE ini dirumorkan sebagai calon armada kereta jarak menengah milik KAI. Sebelumnya, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro pernah mengatakan ide pemesanan KRD untuk kereta jarak menengah sebanyak 10 rangkaian kereta pada 2018 yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Edi mengutarakan akan mengoperasikan KRD-KRD ini di rute Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, dan Jakarta-Solo.

ME204 adalah versi diesel dari KRL seri EA203 yang digunakan untuk KA bandara Soekarno-Hatta. Seperti versi listriknya, ME204 juga menggunakan inverter MITRAC buatan pabrikan Bombardier. (RED/MPF)

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Satu tanggapan untuk “KRDE Seri ME204 Akan Dibuat Versi KA Regional?

  • Sabtu, 15 Juni 2019 pada GMT+0700 15:53
    Permalink

    Tapi pintunya cuma single-leaf di akhir kereta. Tidak untuk loading berat.

    Balas

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: