Berita KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

Bedol Desa Selesai, Tiga Rangkaian Terakhir Tutup Impor KRL Seri 205 Jalur Musashino

KRL seri 205 rangkaian eks KeYo M4 (205-46) di Tanjung Priok
KRL seri 205 rangkaian eks KeYo M4 (205-46) di Tanjung Priok saat joint inspection | Foto: Adib Huwaidi

[16/11] Proses “bedol desa” KRL seri 205 jalur Musashino akhirnya selesai. Tiga rangkaian terakhir KRL seri 205 jalur Musashino yaitu eks KeYo M4, M17, dan M20 akhirnya tiba di tanah air pada Minggu (15/11) sore. Menumpang kapal MV Pacifica yang berbendera Singapura, ketiga rangkaian berlayar selama sekitar tiga minggu dari Pelabuhan Chiba sebelum tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Rangkaian eks KeYo M4 menjadi rangkaian pertama yang diturunkan dari kapal pada Minggu sore. Seperti pengapalan-pengapalan lainnya, kereta-kereta dari ketiga rangkaian ini dibawa menggunakan truk dari dermaga ke Stasiun Pasoso untuk disusun ulang sebelum dibawa melalui rel menuju Dipo Depok atau Balai Yasa Manggarai, ataupun disimpan sementara di Stasiun Tanjung Priok. Ketiga rangkaian ini nantinya akan menjalani penggantian livery menjadi livery terbaru KAI Commuter dan penyesuaian-penyesuaian lainnya sebelum diujicobakan.

unit krl seri 205 dibawa ke stasiun pasoso
Salah satu unit kereta saat dibawa dari dermaga Tanjung Priok ke Stasiun Pasoso | Foto: Raka Harbahlawan

Dengan tibanya ketiga rangkaian KRL seri 205 terakhir dari jalur Musashino ini, selesailah sudah “bedol desa” KRL seri 205 jalur Musashino yang telah dilakukan sejak Maret 2018. Seluruh 336 unit KRL dari 42 rangkaian (formasi asli) telah tiba di tanah air, dan sebagian besar telah beroperasi melayani pengguna jasa KRL Commuter Line. Sebagian besar rangkaian KRL seri 205 jalur Musashino juga sudah diatur ulang menjadi formasi 4, 10, dan 12 kereta.

KRL seri 205 rangkaian eks KeYo M17 dan eks KeYo M4
Rangkaian KRL seri 205 eks KeYo M4 dan M17 (205-10) sedang stabling di Stasiun Tanjung Priok | Foto: Bathara Sakti

KRL seri 205 jalur Musashino juga menorehkan sejarah sebagai KRL eks Jepang pertama yang dikirim ke luar Jabodetabek untuk dioperasikan di wilayah lain, yaitu wilayah Daop 6 Yogyakarta. Meskipun dalam proses penorehan sejarahnya diwarnai beberapa insiden, namun tetap saja KRL seri 205 telah menjadi breakthrough di era KRL Commuter Line.

KRL seri 205 telah didatangkan oleh KAI Commuter dari JR East sejak akhir 2013. Sebanyak total 812 unit KRL seri 205 dari 92 rangkaian (formasi asli) telah didatangkan dari Jepang ke Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 180 unit eks jalur Saikyo, 176 unit eks jalur Yokohama, 120 unit eks jalur Nambu, dan 336 unit eks jalur Musashino. Dari jumlah total tersebut, sebanyak 12 kereta sudah dibesituakan akibat mengalami kecelakaan pada tahun 2015 dan tidak dapat diperbaiki. Sehingga jumlah total unit kereta yang aktif sebanyak 800 unit, yang dibagi ke dalam rangkaian-rangkaian formasi 4, 8, 10, dan 12 kereta. (RED/MPF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

3 komentar pada “Bedol Desa Selesai, Tiga Rangkaian Terakhir Tutup Impor KRL Seri 205 Jalur Musashino

  • Bayu

    Min, ingatin ya, KRL JR East seri 205 eks KeYo M4, M17, dan M20 yang nantinya menjadi DP46, DP10, dan DP5 dicat ulang menggunakan livery yang digunakan KRL JR East seri 205 rangkaian SLO9 dan SLO32 ya, min

    Balas
  • Bayu

    Min, KRL JR East seri 205 eks KeYo M20 dimiripin nggak liverynya kayak KRL Tokyu 8513 Jalita edisi ultraman nggak, min? dan sekalian juga KRL-nya diacak menjadi SF 10 dan SF 12 dan daftar pengacakannya :
    1. DP5 menjadi SF 12 dengan cara mengambil 2 kereta bermotor dan 2 kereta pengikut dari rangkaian DP10
    2. BUD49 menjadi SF 10 dengan cara mengambil 2 kereta pengikut dari DP46
    3. DP 46 + 10 menjadi SF 10 dengan cara menggabungkan rangkaian DP46 yang sudah diperpendek menjadi enam kereta dengan rangkaian DP10 yang sudah diperpendek menjadi empat kereta

    Balas
  • Pingback: [GALERI] Menengok Lokomotif DF4B Sambil #FotoSepur di Tegalluar - Railway Enthusiast Digest

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×