Memotret Prameks secara low angle di Stasiun Solo Balapan | Foto: RED/Saddam HasanPengambilan dari sudut low angle memberikan kesan “menantang dan mendominasi” pada objek yang diambil | Foto: RED/Muhammad Pascal FajrinSedangkan pengambilan Prameks secara high angle seperti ini akan memberi kesan detail mata burung | Foto: RED/Saddam HasanPengambilan KA Prameks dari Parkiran Abu Bakar Ali selama belum ada listrik aliran atas | Foto: RED/Ikko Haidar FarozyC-KRDE Prameks di Solo Balapan | Foto: RED/Saddam HasanMeninggalkan Stasiun Lempuyangan yang saat itu belum ada LAA bertipe rigid overhead catenary | Foto: RED/Saddam HasanKRDE konversi 2007 yang sudah dimodifikasi menjadi KRDE AC | Foto: RED/Saddam HasanKRDH Prameks saat baru tiba dari Solo Balapan di Yogyakarta, dengan masyarakat yang menikmati kehadiran KA, 2014 | Foto: RED/Ikko Haidar FarozyDi masa-masa sebelum pandemi, Prameks terkenal menjadi angkutan andalan kaum komuter di poros Kutoarjo-Yogyakarta-Solo, ataupun yang berwisata di daerah tersebut | Foto: RED/Saddam HasanBeberapa hal juga bisa dilakukan dengan KA Prameks, salah satunya berfoto bersamanya untuk meninggalkan cerita | Foto: RED/Saddam Hasan