Komunitas Pecinta Kereta di Jepang Sewa KRL Izukyu Seri 8000 dan Dandaninya Ala Indonesia

izukyu 8000 indonesia
KRL Izukyu seri 8000 rangkaian TB-3 (8003F, kiri) dan TB-7 (8007F, kanan) di Depo Izu Kogen. Kedua rangkaian KRL ini ber-“cosplay” dengan livery Indonesia. | Foto: 2427 Junction

REDigest.web.id, 21/11 – KRL Izukyu seri 8000 tengah menjadi topik hangat di Indonesia dan Jepang dalam seminggu terakhir. Sebabnya adalah KRL ini beroperasi menggunakan livery yang ada di Indonesia. Usut punya usut, ternyata sebuah komunitas pecinta kereta api di Jepang menyewa dua rangkaian KRL ini dan mendandaninya dengan pernak-pernik khas Indonesia.

Foto-foto pertama dari penggunaan livery Indonesia pada KRL Izukyu seri 8000 mulai bocor ke media sosial Twitter sejak 12 November 2021 lalu. Namun sebagian besar pengunggah foto-foto tersebut kemudian menghapus kembali cuitan mereka karena imbauan untuk tidak mengunggah apapun tentang acara tersebut hingga 21 November 2021. Sudah kadung, berbagai reaksi pun bermunculan baik dari warganet Jepang maupun Indonesia.

Penggunaan livery Indonesia di KRL Izukyu seri 8000 ternyata sewaan komunitas pecinta kereta api

izukyu 8000 indonesia
Rangkaian TB-3 dengan pelat nomor 8007 (seharusnya 8003) dan papan relasi KRL Ekonomi AC | Foto: 2427 Junction

Adalah komunitas “Kereta dan Kucing” yang menyewa dua rangkaian KRL Izukyu seri 8000. Dua rangkaian tersebut adalah rangkaian TB-3 (8003F) dan TB-7 (8007F). Penyewaan ini menjadi mungkin setelah Izukyu secara khusus membuka kepada publik kesempatan untuk menyewa KRL seri 8000 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-60 jalur Izukyu.

Acara yang komunitas ini selenggarakan berdasarkan pada pembatasan perjalanan internasional akibat pandemi COVID-19. Akibat dari pembatasan ini, pecinta kereta api di Jepang tidak dapat bepergian ke Indonesia kecuali bila mereka bekerja di Indonesia. Karena itulah timbul rasa rindu di antara mereka akibat tidak dapat melihat secara langsung pengoperasian KRL eks Jepang di Indonesia dan perkembangan dari masing-masing rangkaian. Dengan Izukyu membuka kesempatan penyewaan sarana KRL, hal ini kemudian dimanfaatkan oleh komunitas tersebut untuk menggelar acara bertemakan Indonesia.

Dua livery berbeda KRL Izukyu seri 8000 yang disewa

Rangkaian TB-7 dengan skema merah-kuning KAI Commuter dan papan relasi model baru dengan kode lin untuk Lin Sentral. Salah satu anggota komunitas “Kereta dan Kucing” bahkan memiliki logo lama KCJ. | Foto: 2427 Junction

Komunitas ini mendandani rangkaian TB-3 dan TB-7 dengan skema yang berbeda. Rangkaian TB-3 menggunakan skema “Musim Panas di Izu” dengan logo lama KAI yang rangkaian 8007F eks Jalur Toyoko pernah gunakan di Jakarta pada 2005-2007. Selain itu, komunitas ini juga mengganti pelat nomor 8003 dengan 8007.

Sementara itu, rangkaian TB-7 menggunakan skema merah-kuning KAI Commuter yang saat ini rangkaian 8003F eks Jalur Oimachi gunakan di Jakarta. Hanya saja, pada rangkaian ini hanya bagian muka yang berubah warna karena keterbatasan dana. Bagian samping rangkaian ini polos tanpa menggunakan striping apapun.

Tak hanya livery, namun juga pernik lain

Rangkaian TB-3 dan TB-7 dengan papan informasi tujuan “ekspres komuter Bogor” dan Pakuan Ekspres Bogor | Foto: 2427 Junction

Selain livery, tampak rangkaian TB-3 dan TB-7 juga menggunakan papan informasi tujuan baik LED, roller blind, maupun papan relasi yang diletakkan menghadap ke depan dari ruang kabin masinis. Tentunya papan informasi ini bertuliskan stasiun-stasiun akhir di Indonesia, baik di Jakarta maupun Yogyakarta. Menurut salah satu peserta, LED untuk acara ini bahkan dapat menunjukkan stasiun akhir MRT Jakarta.

Terdapat juga papan relasi KRL Pakuan Ekspres dan Ekonomi AC yang sudah lama hilang dari peredaran di Jakarta. Namun roller blind juga menunjukkan stasiun-stasiun akhir dan layanan di jalur Tokyu selain Indonesia. Seluruh papan informasi tujuan ini merupakan buatan anggota komunitas “Kereta dan Kucing”.

Bagian interior KRL pun tidak luput dari pernak-pernik khas Indonesia. Stiker “Awas Tangan Terjepit” dan “Dilarang Bersandar di Pintu Otomatis” tampak tertempel pada interior KRL. Selain itu, banner dari penyelenggara acara juga tampak terpasang pada langit-langit KRL.

Penggunaan livery Indonesia ini juga telah mendapatkan izin secara resmi dari KAI Commuter. Menurut salah satu peserta lainnya lewat kiriman blognya, acara ini adalah proyek rahasia untuk penggemar kereta api lainnya karena mereka tidak ingin terlalu banyak penggemar yang berkumpul dan mungkin menyebarkan COVID-19.

Jalannya acara

Rangkaian TB-7 berjalan keluar dari terowongan antara Izu Ogawa dan Izu Kitagawa | Foto: 2427 Junction

Acara ini digelar pada 14 November lalu. Acara ini bermula dengan sesi foto di Depo Izu Kogen. Kemudian, acara berlanjut dengan perjalanan menggunakan rangkaian TB-7 ke Izukyu Shimoda. Perjalanan menuju Izukyu Shimoda melewati tepian pantai dan beberapa terowongan, sesuatu yang tidak ada di jalur KRL manapun di Indonesia.

Rangkaian TB-7 berjalan di tepi laut antara Katase Shirata dan Izu Inatori. Pemandangan seperti ini tidak dapat ditemukan di jalur KRL manapun di Indonesia. | Foto: 2427 Junction

Setibanya di Izukyu Shimoda, sesi foto pun berlanjut kembali dengan papan informasi tujuan yang berbeda-beda pada rangkaian TB-7. Papan relasi “Yogya” pun tampil pada sesi foto ini. Setelah sesi foto selesai, peserta kembali ke Izu Kogen dengan rangkaian yang sama.

Rangkaian TB-7 dengan papan relasi Yogya. Di Indonesia, papan relasi ini tidak ada, dan KRL seri 8000 hanya beroperasi di Lin Sentral, Lin Lingkar (bila terdapat pemotongan stamformasi), Lin Cikarang, dan Lin Tangerang. | Foto: 2427 Junction

Tak hanya keretanya yang berdandan ala Indonesia, beberapa peserta pun juga menggunakan pernak-pernik khas Indonesia. Seorang peserta bahkan menggunakan seragam dan helm petugas keamanan (PKD). Peserta yang satu ini pun sontak mendapatkan reaksi yang sangat beragam dari warganet Indonesia, baik umum maupun pecinta kereta api.

Penggunaan skema Indonesia pada kedua rangkaian ini hanya berlangsung selama acara. Keesokan harinya (15/11), kedua rangkaian kembali menggunakan skema Izukyu dan beroperasi seperti biasa. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: