Kereta Wisata Mulai Ganti Bogie, Bisa Jalan Lebih Kencang!

kereta wisata bogie
Kereta wisata Priority K1 0 80 06 dengan bogie TB-1014 | Foto: Febri

REDigest.web.id, 27/4 – Kereta-kereta wisata milik KAI mulai kembali menjalani perawatan akhir di tahun 2022. Perawatan akhir yang berjalan adalah perawatan 48 bulanan (P48). Dalam P48 di tahun ini, unit-unit kereta wisata ini juga sekaligus berganti bogie.

Sebelumnya, mayoritas kereta wisata milik KAI menggunakan bogie tipe TB-398 berkode K-5. Bogie ini memiliki kecepatan maksimum 100 km/jam, dan kereta yang menggunakan bogie ini biasanya mencantumkan trainmark E. Bogie yang menggunakan pegas ulir sebagai pegas primer maupun sekunder dan dilengkapi dengan peredam kejut arah vertikal pada pemegasan sekunder ini merupakan produk derivatif dari bogie NT-11 yang juga berkode K-5.

Setelah menjalani P48, kereta-kereta wisata ini menggunakan bogie TB-1014 berkode K-10. Bogie ini merupakan bogie yang digunakan pada kereta-kereta produksi INKA sejak 2016 silam. Bogie ini memiliki kecepatan maksimum 120 km/jam, dan kereta yang menggunakan bogie ini mencantumkan trainmark F.

Namun, bogie TB-1014 yang terpasang pada kereta wisata bukan merupakan bogie baru. Bogie ini berasal dari kereta ekonomi produksi 2016 yang sebelumnya mengalami penundaan perawatan akhir.

Hingga saat ini, baru dua kereta wisata yang telah menggunakan bogie TB-1014 ini. Kedua kereta tersebut adalah K1 0 78 08 dan K1 0 80 06 berjenis Priority milik Depo Bandung. Keduanya menjalani P48 di Balai Yasa Manggarai pada Februari 2022 lalu. Saat ini, kedua kereta ini beroperasi pada rangkaian KA Bima mulai 22 April 2022 lalu.

Bukan tanpa alasan

Kereta wisata Priority K1 0 78 08 juga telah menggunakan bogie TB-1014 | Foto: Febri

Penggantian bogie ini tidak berlangsung tanpa alasan. Di bulan September 2021 lalu, KAI mulai meningkatkan kecepatan maksimum pada KA-KA eksekutif unggulan hingga  120 km/jam. KA-KA tersebut di antaranya Argo Bromo Anggrek, Argo Wilis, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Parahyangan, Taksaka, dan Gajayana.

Hal ini memungkinkan setelah beberapa ruas jalur KA telah mampu untuk pengoperasian KA dengan kecepatan tersebut. Ruas-ruas tersebut di antaranya Cirebon-Comal, Cirebon-Prupuk, Semarang Tawang-Ngrombo, Kebasen-Yogyakarta, dan Solo Jebres-Mojokerto. Beberapa ruas memiliki kecepatan maksimum lebih rendah yaitu 115 km/jam, seperti Jatinegara-Cilegeh dan Yogyakarta-Solo Balapan.

Dengan lebih seringnya penggandengan kereta wisata pada KA-KA eksekutif unggulan sebelum peningkatan kecepatan berlaku, praktis hal ini tidak lagi memungkinkan setelah pemberlakuan peningkatan kecepatan. Kereta wisata kemudian digandengkan pada KA-KA dengan kecepatan yang lebih rendah. Sehingga penggantian bogie merupakan suatu hal yang perlu agar kereta wisata dapat tergandeng kembali pada KA-KA eksekutif unggulan.

Menurut informasi, penggantian bogie ini akan berlangsung pada kereta-kereta wisata yang saat ini masih menggunakan bogie TB-398. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: