DJKA Selenggarakan Ngobrol Bareng dengan Komunitas Kereta

Acara ngobrol bareng komunitas kereta api yang diselenggarakan oleh DJKA | Foto: RED/Saddam Hassan Fauzan

REDigest.web.id, 27/5 – Program rekayasa jalur dan Stasiun Manggarai, atau yang lebih dikenal dengan Switch Over 5 (SO5) Stasiun Manggarai sudah berada di depan mata. Switch Over 5 Stasiun Manggarai sendiri akan mengubah pola operasional KRL Lin Bogor dan Lin Cikarang yang selama ini telah dikenal, termasuk dengan jadwal yang mengalami perubahan secara signifikan.

Dan pada Rabu (25/5) Bertempat di Ruang Mataram gedung Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyelenggarakan acara ngobrol bareng dengan rekan-rekan komunitas kereta mengenai Switch Over 5 Stasiun Manggarai.

Sekretaris DJKA, Zulmafendi membuka acara bincang santai ini. Beliau menjelaskan Stasiun Manggarai menjadi titik pertemuan jalur kereta dari Bogor, Bekasi, Jakarta Kota, dan Tanah Abang, serta keberadaan Stasiun Manggarai yang sangat strategis berada di kota Jakarta.

Tutup Zulmafendi, dengan hadirnya Switch Over 5 Stasiun Manggarai harapannya dapat mempersiapkan Stasiun Manggarai menjadi Stasiun Transit Sentral yang mengintegrasikan berbagai layanan kereta.

Narasumber yang hadir dalam ngobrol bareng kali ini, tampak Kepala Balai Teknik Perkeretapian (BTP) Wilayah Jakarta-Banten Rode Paulus Gagok Pudjiono sedang mempresentasikan Switch Over 5 Stasiun Manggarai | Foto: RED/Saddam Hassan Fauzan

Memasuki sesi ngobrol bareng, hadir tiga narasumber yang menemani rekan-rekan komunitas kereta. Ketiga pemapar tersebut di antaranya Kepala Balai Teknik Perkeretapian (BTP) Wilayah Jakarta-Banten Rode Paulus Gagok Pudjiono, Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, dan Kepala Institut Studi Transportasi (Instran) Ki Darmaningtyas.

Pemaparan BTP Wilayah Jakarta-Banten

Yang pertama oleh Kepala BTP Wilayah Jakarta-Banten Rode Paulus Gagok Pudjiono melalui presentasi menjelaskan profil, progres, dan pelaksanaan Stasiun Manggarai. Rode menjelaskan Stasiun Manggarai merupakan stasiun yang dapat menghubungkan integrasi baik intermoda maupun antarmoda, serta Stasiun Manggarai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan jalur dwiganda atau double-double track.

Menurut Rode, progres jalur Stasiun Manggarai tahap I telah rampung dan tahap II sedang dalam proses konstruksi. Tahap I ini meliputi Lin Bogor di lantai 3 dan Lin Bandara di lantai 1 di sisi barat. Sedangkan tahap II meliputi Lin Bekasi dan Kereta Api Antar Kota di sisi timur.

Perkiraan pengoperasian jalur Stasiun Manggarai secara keseluruhan akan rampung sepenuhnya pada tahun 2025 dan menjadikan Stasiun Manggarai menjadi Stasiun Transit Sentral pertama di Indonesia.

Progres pembangunan Stasiun Manggarai, | Foto: dokumentasi BTP Jakarta-Banten

Lanjut Rode, Switch Over 5 Stasiun Manggarai memiliki sejumlah tantangan, salah satunya pengerjaan yang terbatas hanya pada saat jam kosong di mana KRL tidak beroperasi pada pukul 24.00 hingga pukul 03.00 atau 04.00. Selain itu dampak Switch Over 5 Stasiun Manggarai bagi pengguna adalah menyesuaikan saat menggunakan KRL seperti yang sebelumnya tidak transit sama sekali menjadi harus transit terlebih dahulu, atau sebaliknya.

Pemaparan KAI Commuter

Berikutnya dari Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba. Anne mengatakan pengguna mengeluhkan transit di Stasiun Manggarai sangat ruwet. Namun melalui Switch Over 5 Stasiun Manggarai pengguna yang transit cukup menggunakan tangga, eskalator, maupun lift dan meninggalkan tradisi transit lewat rel.

Anne juga menjelaskan setiap harinya ada kurang lebih 800.000 pengguna yang menaiki KRL, dan setiap harinya kurang lebih 200.000 pengguna melakukan transit di Stasiun Manggarai. Melalui Switch Over 5 Stasiun Manggarai, harapannya terjadi peningkatan kualitas pelayanan yang menghasilkan kenyamanan lebih baik.

Selain itu peningkatan kualitas didukung dengan upgrade stasiun, sarana, dan faktor lainnya, termasuk peningkatan perjalanan KRL. Tambah Anne, keberadaan Switch Over 5 Stasiun Manggarai membuat headway di jam sibuk dapat menjadi lebih singkat dan mampu memaksimalkan stamformasi KRL.

Penyesuaian perjalanan KRL setelah Switch Over 5 Stasiun Manggarai | Foto: dokumentasi KAI Commuter

Pemaparan Instran

Narasumber terakhir adalah Kepala Institut Studi Transportasi (Instran) Ki Darmaningtyas. Ia menceritakan Manggarai pada zaman dahulu yang telah terencana menjadi Terminal Terpadu yang mengintegrasikan bus dengan kereta namun mengalami perubahan rencana menjadi Stasiun Sentral.

Darmaningtyas juga mensosialisasikan masyakarat yang menaiki KRL tidak menumpuk dari Stasiun Manggarai, melainkan bisa dari stasiun-stasiun lainnya. Terakhir, Darmaningtyas berharap ruang sekitar Stasiun Manggarai bisa teroptimalisasi seperti tempat parkir maupun maksimalisasi layanan bus TransJakarta.

Setelah melalui serangkaian acara, komunitas kereta dan beberapa media melakukan tanya jawab dengan ketiga narasumber. Di antaranya bertanya keberadaan jadwal KRL di jam tertentu, akses masuk keluar sisi timur Stasiun Manggarai, optimalisasi eskalator dan lift Stasiun Manggarai, dan  pertanyaan lainnya. Acara berakhir dengan wawancara wartawan dengan para narasumber dan foto-foto bersama. (RED/EPP)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: