Begini Dampak Gogosan Jalan Terhadap Pola Operasional KA Lintas Selatan

KA Kahuripan rangkaian darurat dengan lokomotif CC2061316 | Foto: Al-Hakim Luqman BJ

REDigest.web.id, 11/10 – Gangguan yang menimpa kereta api lintas selatan, tepatnya rel gogos di antara Kawunganten dan Jeruklegi telah teratasi pada Minggu (9/10) kemarin. Selama gangguan tersebut, tampak sejumlah kekacauan pola operasi yang terjadi akibat putusnya jalur KA Lintas Selatan antara Bandung-Kroya.

KA Argo Wilis yang memasuki Surabaya terlambat 12 jam | Foto: Fadly Arrohman

Di antara dampak yang menimpa tentu saja adalah keterlambatan parah KA. KA 6 Argo Wilis misalnya, yang seharusnya masuk Surabaya Gubeng pukul 18.10 di hari Sabtu, baru masuk Surabaya pada Minggu pagi. Atau misal KA 284 Kahuripan yang mengalami keterlambatan sangat parah, dengan perjalanan Kiaracondong-Klaten hingga 26 jam.

Selain itu, beberapa KA pemberangkatan sore juga akhirnya harus memutar via Cirebon. Beberapa di antaranya adalah KA Serayu Pagi dari Purwokerto, serta KA Malabar, dan Turangga dari Bandung. Kedua KA yang seharusnya berangkat dari Bandung menuju Malang dan Surabaya Gubeng via Tasikmalaya dan Kroya memutar ke utara via Cirebon. Sedangkan KA Serayu yang seharusnya berangkat dari Purwokerto menuju Pasar Senen via Kroya, Tasikmalaya dan Bandung memutar ke utara via Cirebon juga.

KA Serayu yang tiba sangat awal di Pasar Senen | Foto: Maulana Malik

Uniknya, akibat rute yang lebih singkat ke Jakarta, KA Serayu Pagi dari Purwokerto menjadi tiba sangat awal di Jakarta. Seharusnya tiba di Jakarta pukul 5 sore menjadi tiba pukul 12 siang.

Tukar-Tukaran Sarana

KA Malabar rangkaian darurat berangkat dari Stasiun Bandung menuju Cikampek untuk memutar arah | Foto: Panji Wahyu Utomo

Tidak hanya itu, akibat terjadinya keterlambatan parah mengakibatkan banyak perjalanan yang harus tukar guling sarana. KA 285 Pasundan dari Surabaya pada hari Minggu terpaksa menggunakan rangkaian yang seharusnya untuk KA 361 Dhoho. Ataupun KA 283 Kahuripan yang menggunakan cadangan kereta Blitar yang bisa dibilang “naik kelas”.

KA 120 Malabar pada Sabtu sore dari Bandung berangkat menuju Malang dengan rute memutar via utara dan sarana yang campursari juga. KA ini terpaksa menggunakan kereta stainless cadangan depo Bandung kecuali pada salah satu kereta ekonominya yang malah menggunakan kereta ekonomi jenis lama. Sedang KA 284 Kahuripan dan KA 312 Kutojaya Selatan dari Kiaracondong berangkat menggunakan rangkaian KA lokal Bandung Raya. Pertukaran sarana ini kemudian menimbulkan kekacauan perjalanan KA Lokal Bandung Raya.

KA Pasundan rangkaian darurat | Foto: Al-Hakim Luqman BJ

KA 283 Kahuripan pada Sabtu siang dari Blitar berangkat menuju Bandung dengan rangkaian ekonomi 80 tempat duduk yang tersusun secara gado-gado. Setengah depannya adalah kereta ekonomi 80 tempat duduk Kemenhub. Sementara setengah belakangnya lagi adalah kereta ekonomi 80 tempat duduk hasil modifikasi. Setibanya di Bandung pada hari Minggu, rangkaian ini kembali menjadi KA 286 Pasundan dengan tujuan Surabaya Gubeng.

KA Argo Parahyangan rangkaian Joglosemarkerto | Foto: Maulana Malik

Sedangkan KA 47 Argo Parahyangan dari Bandung ke Gambir juga menggunakan rangkaian darurat. Rangkaian ini berupa kereta eksekutif jenis lama dan kereta ekonomi 80 tempat duduk. Rangkaian ini pun kembali ke Bandung sebagai KA 52 Argo Parahyangan dari Gambir ke Bandung. Menurut pantauan dari media sosial, rangkaian ini merupakan milik KA Joglosemarkerto dan berlanjut menjadi KA Lodaya untuk mengembalikan rangkaian ini.

KA Lokal Bandung Raya sendiri akhirnya mendapat sarana campur-campur pada hari Minggu. Tampak salah satu pemerjalanan KA Lokal Bandung Raya sampai menggunakan kereta kelas bisnis milik Depo Purwokerto bercampur dengan kereta ekonomi 80 dan 106 tempat duduk.

Vintage Roadshow ke Daop 2

KA Pasundan dengan lokomotif vintage livery CC2018334 | Foto: Bintang Wicaksono

Uniknya, KA 285 Pasundan yang meminjam rangkaian KA 361 Dhoho ini bertolak ke Bandung pada hari Minggu menggunakan lokomotif vintage CC2018334. Lokomotif ini sebelumnya telah berdinas sebagai KA 104 Gaya Baru Malam Selatan pada Sabtu siang. Pada Selasa paginya, lokomotif dengan vintage livery ini justru berdinas sebagai KA Lokal Bandung Raya.

Belum ada informasi kapan lokomotif ini akan keluar dari wilayah Daop 2 Bandung. Sementara untuk pola operasi KA di wilayah Daop 2 Bandung masih sedang proses normalisasi. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

One thought on “Begini Dampak Gogosan Jalan Terhadap Pola Operasional KA Lintas Selatan

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: