Berita KAIndonesiaKereta ApiLRT Jabodebek

Beragam Kalangan Tanggapi Pernyataan Wamen BUMN Terkait Longspan Kuningan

LRT Jabodebek di Longspan Kuningan
Rangkaian LRT Jabodebek melintasi longspan Kuningan | Foto: Rizki Fajar Novanto

REDigest.web.id, 6/8 – Selain pernyataan tentang perbedaan spesifikasi pada kereta LRT Jabodebek, Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko juga menuding longspan di Kuningan juga salah desain. Pernyataan tersebut ia lontarkan kepada media pada Selasa (1/8) silam dalam acara InJourney Talks.

Sontak pernyataan tersebut pun menuai reaksi dari berbagai pihak. Di antaranya adalah insinyur yang mendesain longspan Kuningan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian dari Persatuan Insinyur Indonesia. Melansir dari Detik, Arvilla Delitriana, insinyur yang mendesain longspan Kuningan mengatakan DJKA merupakan pihak yang lebih bertanggungjawab.

Menurutnya alinyemen ini merupakan hasil desain dari DJKA, sedangkan insinyur kemudian menyesuaikan desain struktur dan pondasinya. Kedua faktor ini menyesuaikan kecepatan LRT yang lewat. Arvilla juga mengatakan desain alinyemen ini sudah mengikuti kondisi lahan yang terbatas di wilayah perempatan Rasuna Said dan Gatot Subroto tersebut. Ia mengatakan jika radius lengkung lebih besar agar laju LRT lebih cepat, maka pembebasan lahan akan semakin mahal.

Sementara itu, melansir dari Tempo Bisnis, Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan longspan di LRT Jabodebek bukan yang satu-satunya ada. Ia menyampaikan hal-hal serupa akan ada di infrastruktur perkeretaapian lainnya yang berada pada lahan terbatas. Menurutnya, kecepatan 20 km/jam dan perlambatan hingga 1 menit masih cukup wajar. Aditya menambahkan waktu tempuh LRT Jabodebek yang sebesar 30-35 menit dari Stasiun Dukuh Atas ke Jatimulya masih kompetitif daripada moda lain. Terutama di pagi dan siang hari ketika ada kemacetan.

Webinar Industrial Talk

Bahkan pada Kamis (3/8) silam, Masyarakat Perkeretaapian Indonesia mengadakan webinar membahas permasalahan longspan Kuningan ini. Dalam webinar bertajuk “Industrial Talks: “Hanya Insinyur Profesional yang mampu jelaskan masalah Longspan LRT Gatot Subroto-Kuningan.” ini, hadir narasumber Hermanto Dwiatmoko dari Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian. Presentasi pada webinar ini bermula pada

Dalam presentasi ini, Hermanto menyebutkan ada 10 longspan di LRT Jabodebek. Di antaranya adalah JORR, Cililitan, Cawang, Cikoko, Kali Bekasi, Kuningan, Ciliwung, Cikunir, Halim, dan Dukuh Atas. Longspan Kuningan sendiri memiliki bentang total 321 meter dengan sistem konstruksi cantilever dengan tiang bor diameter 1,8 meter. Sedangkan radius longspan ini adalah 115 meter. Hermanto mengatakan trase ini dibuat karena Kementerian Perhubungan mengikuti trase jalan raya agar tidak harus banyak membebaskan lahan. Hal ini karena di daerah Kuningan sudah banyak gedung-gedung tinggi.

Akibatnya di tempat tertentu jadinya ada yang harus radiusnya kecil, seperti misal longspan Kuningan ini. Ia juga menjelaskan geometri rel memang sudah ada perhitungan baik dari segi perubahan lebar rel dan tinggi rel. Perlebaran rel ini sudah ada perhitungan dan tidak mungkin main dilebarkan saja karena nanti justru akan anjlok. Sedangkan terkait perubahan tinggi rel, maksimum untuk rel lebar 1435 mm adalah 150 mm. Tidak mungkin ditinggikan lagi seperti pernyataan Wamen BUMN karena nantinya akan tidak nyaman.

Mendekati ujung presentasi, ia memaparkan sejumlah perbandingan lengkung lainnya. Seperti misal LRT Sumatra Selatan (Palembang) dengan radius 80 meter dan kecepatan maksimal 5 km/jam. Lalu MRT Jakarta di Fatmawati memiliki radius 180 meter dengan kecepatan maksimal 35 km/jam. Hermanto pun menyimpulkan perjalanan KA sudah teratur dan jelas oleh GAPEKA, radius sempit longspan Kuningan adalah karena kondisi lapangan yang mengikuti jalan raya. Konsekuensinya KA yang melintas pun harus berjalan dengan kecepatan pelan. Dalam kesimpulannya, ia menambahkan yang terpenting adalah kepastian waktu berangkat dan tiba. (RED/IHF)


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

One thought on “Beragam Kalangan Tanggapi Pernyataan Wamen BUMN Terkait Longspan Kuningan

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×