KolomRagam

Membedah Program Transportasi Para Capres-Cawapres

Pengalaman Transportasi Umum Para Paslon

Ilustrasi: TransJakarta, Batik Solo Trans, dan Trans Jateng. Ketiga sistem transportasi ini merupakan pengalaman dari masing-masing Capres dan Cawaprpes. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra

Ketiga paslon capres dan cawapres memiliki pengalaman masing-masing dalam pengelolaan angkutan umum di wilayah yang pernah dipimpinnya. Anies Baswedan memiliki pengalaman dalam mengelola dan mengembangkan jaringan TransJakarta yang saat ini sudah melayani hampir 88% wilayah DKI Jakarta dan beberapa kota di Jabodetabek seperti Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi dengan nilai subsidi hampir Rp 4,3 triliun per tahun serta program JakLingko.

Gibran Rakabuming Raka memiliki pengalaman dalam pengelolaan bus Batik Solo Trans (BST) yang saat ini melayani 6 koridor serta feeder yang melayani Kota Solo. BST sendiri untuk 2024 mendapat kucuran dana subsidi senilai Rp15 miliar yang diambil dari APBD Kota Solo.

Ganjar Pranowo memiliki pengalaman dalam pengembangan jaringan dan layanan Trans Jateng yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah. Dalam perjalanannya, pada 2023 Trans Jateng mendapat kucuran subsidi senilai Rp104 miliar yang diambil dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Trans Jateng sendiri saat ini memiliki 6 koridor operasional dengan 4 wilayah anglomerasi di antaranya adalah Kedungsepur yang menghubungkan Semarang, Kendal, dan Grobogan, Barlingmascakeb yang menghubungkan Banyumas dan Purbalingga, Purwomanggung yang menghubungkan Purworejo dan Magelang, dan Subosukawonosraten yang menghubungkan Solo, Sragen, dan Wonogiri.

Bedanya Anies dan Gibran melanjutkan program yang sudah digagas oleh pemimpin sebelumnya sedangkan Ganjar baru mulai menggagas program ini sendiri.

Indonesia sendiri saat ini mengalami krisis angkutan umum. Dari 38 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kotamdya di Indonesia, baru 5% pemerintah daerah saja yang sudah mulai melakukan revitalisasi pada layanan angkutan umumnya.

Pembangunan jaringan rel kereta api juga masih terpaku di Pulau Jawa seperti kereta cepat Jakarta Bandung, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT Jakarta, reaktivasi Cibatu-Garut, dan elektrifikasi Jogja-Solo. Pembangunan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa yang sudah rampung saat ini baru LRT Palembang, Jalur Maros-Barru, dan Jalur Rantau Prapat Baru-Pondok S5. Untuk yang terakhir ini sendiri jalurnya baru mendapat inspeksi, tetapi belum beroperasi. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Pages ( 5 of 5 ): « Previous1 ... 34 5

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses