Rangkaian LRT Jabodebek Bertabrakan di Ciracas

Rangkaian LRT Jabodebek yang ringsek usai bertabrakan di petak antara Stasiun Harjamukti-Cibubur dan Stasiun Ciracas | Foto: Istimewa

REDigest.web.id, 25/10 – Dua rangkaian LRV milik LRT Jabodebek bertabrakan saat menjalani uji coba di petak antara Stasiun Harjamukti-Cibubur dan Stasiun Ciracas, Munjul, Jakarta Timur pada Senin (25/10) siang. Dari foto dan video yang diperoleh tim REDaksi, kedua rangkaian terlihat hancur dan ringsek akibat tabrakan.

Salah satu rangkaian bahkan terlihat terangkat dan menimpa rangkaian lainnya. Beruntung rangkaian tidak sampai jatuh dari jalur layang.

Hingga saat ini belum ada rilis resmi dari pihak LRT Jabodebek mengenai tabrakan ini. Belum diketahui juga ada tidaknya korban dalam tabrakan ini. Proses evakuasi rangkaian saat ini tengah dilakukan oleh pihak LRT Jabodebek. Rangkaian yang bertabrakan telah ditutupi terpal berwarna oranye.

Petugas dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur diturunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Berdasarkan kabar dari Kompas, diketahui rangkaian LRV ini dalam keadaan tidak mengangkut penumpang. Sedangkan masinis telah dikonfirmasi selamat, namun belum dapat memberikan kronologi kejadian.

Perlu diketahui saat ini rangkaian LRT Jabodebek masih melakukan uji coba pada rangkaiannya menggunakan skema GoA 0 atau masih sepenuhnya manual menggunakan masinis. Menurut rencana INKA, uji coba dengan GoA 3 baru akan mulai Maret 2022 mendatang. (RED/BTS)

update:

Akibat kecelakaan ini, 1 orang mengalami luka-luka yakni masinis kereta yang saat ini sudah dilarikan ke RS Melia Cibubur. Tabrakan melibatkan rangkaian LRV LRT Jabodebek set 20 dan set 29 di mana saat kejadian rangkaian set 29 tengah menjalani uji sarana internal INKA dan set 20 dalam keadaan berhenti.

Meski demikian tidak terjadi kerusakan struktural pada jalur LRT Jabodebek. Dirut INKA Budi Noviantoro mengatakan dalam konferensi pers yang dilakukan melalui channel Youtube INKA mengatakan diduga tabrakan terjadi akibat gerakan langsiran yang terlalu cepat. “Kecelakaan terindikasi akibat langsiran yang terlalu cepat,” ujar Budi.

Budi juga mengatakan kedua rangkaian yang bertabrakan yakni TS-29 dan TS-20 akan dikembalikan ke pabrik INKA di Madiun untuk diperbaiki. “Rangkaian (yang rusak) akan dikembalikan ke INKA untuk diperbaiki,” ujar Budi. Meski demikian, Budi mengatakan masih menunggu hasil investigasi KNKT untuk memutuskan apakah uji coba akan dilanjutkan atau tidak.

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: