Perjalanan KRL Lin Rangkasbitung Alami Gangguan, Ini Sebabnya

gangguan lin rangkasbitung
Progres perpanjangan jalur 1 Stasiun Serpong untuk mendukung pengoperasian KRL SF12, Rabu (16/2). Tampak KRL seri 205 rangkaian BUD7 sedang berhenti di jalur 2. Di depannya tampak tiang sinyal baru jalur 1 dan wesel baru yang akan menuju jalur 1 telah terpasang. Kegiatan switch over jalur 1 ke wesel baru serta pembongkaran LAA dan wesel lama sempat menginterupsi perjalanan KRL Lin Rangkasbitung sepanjang Jumat (18/2). | Foto: Satoshi Takagi

REDigest.web.id, 18/2 – Sejumlah perjalanan KRL di Lin Rangkasbitung mengalami keterlambatan tinggi hari ini. Melansir dari akun Twitter resmi KAI Commuter, sebab dari gangguan di Lin Rangkasbitung ini adalah perawatan jaringan listrik aliran atas dan wesel di Stasiun Serpong.

Keterlambatan KRL terjadi bervariasi antara 8 menit hingga 100 menit. Bahkan hingga saat tulisan ini terbit, keterlambatan KRL masih terjadi. Pembatalan perjalanan KRL maupun pemotongan relasi perjalanan KRL juga terjadi sebagai imbas keterlambatan tinggi.

Sebelumnya pada Rabu (16/2), Lin Rangkasbitung juga mengalami gangguan perjalanan. Gangguan perjalanan ini terjadi akibat KRL seri 203 rangkaian BUD106 yang beroperasi sebagai KA 2049 Rangkasbitung-Tanah Abang mengalami anjlok tak jauh dari Stasiun Cilejit.

Gangguan di Lin Rangkasbitung imbas kegiatan switch over perpanjangan jalur Stasiun Serpong mendukung KRL SF12

gangguan lin rangkasbitung
Sisi lain progres perpanjangan jalur 1 Stasiun Serpong, Rabu (16/2). Tampak tiang sinyal dan rel baru untuk perpanjangan jalur 1 Stasiun Serpong. | Foto: Satoshi Takagi

Tim REDaksi berusaha menelusuri sebab asli dari gangguan di Lin Rangkasbitung. Dari foto-foto yang Tim REDaksi peroleh, ternyata sebab dari gangguan ini adalah kegiatan switch over pada jalur 1 Stasiun Serpong. Dalam kegiatan switch over tersebut, jalur 1 Stasiun Serpong bertambah panjang untuk nantinya mendukung pengoperasian KRL dengan susunan 12 kereta (SF12) di Lin Rangkasbitung.

Kegiatan switch over telah berlangsung satu minggu

gangguan lin rangkasbitung
Jalur 1 Stasiun Serpong telah selesai switch over ke wesel dan sinyal baru, serta telah mendukung KRL SF12, Jumat (18/2) | Foto: Aidil Fikri

Kegiatan switch over ini telah berlangsung setidaknya selama satu minggu terakhir. Bermula dari pemasangan kabel listrik aliran atas (LAA) baru, kegiatan berlanjut dengan pemasangan wesel baru jalur 1 Stasiun Serpong pada Rabu (16/2) dini hari. Di siang hari pada hari yang sama, rel baru untuk perpanjangan jalur 1 Stasiun Serpong telah terpasang.

Dini hari tadi, kegiatan berlanjut dengan pembongkaran kabel LAA lama, pemindahan jalur 1 ke wesel baru, serta pembongkaran wesel lama. Sinyal keluar jalur 1 Stasiun Serpong arah Stasiun Cisauk juga telah berpindah ke tiang baru yang telah terpasang sebelumnya.

Jalur 1 Stasiun Serpong tertutup untuk pelayanan KRL karena kegiatan switch over yang belum selesai. Namun tampak jalur 1 telah mengakomodir KRL SF12. Hal ini terbukti dari posisi KRL seri 205 rangkaian BUD105 yang telah maju dua kereta saat berangkat dari jalur 2 Stasiun Serpong menuju Stasiun Rangkasbitung. | Foto: Muhammad Nurhirza

Saat kegiatan berlangsung, perjalanan KRL antara Cisauk dan Serpong berjalan jalur kiri. Namun pada pukul 9 pagi, KRL telah dapat beroperasi dua jalur dengan kecepatan terbatas hanya 5 km/jam di lokasi switch over. Satu jam kemudian, KRL telah dapat beroperasi dengan kecepatan 20-40 km/jam di lokasi switch over. Menurut informasi lainnya, hingga saat ini jalur 1 Stasiun Serpong masih tertutup untuk pelayanan KRL sebagai imbas pekerjaan tersebut.

Jalur utama terpanjang yang belum dapat mengoperasikan KRL SF12

KRL seri 203 rangkaian BUD106 beroperasi di Lin Rangkasbitung akan memasuki Stasiun Jurangmangu, 30 November 2021. Rangkaian ini mengalami anjlok di dekat Stasiun Cilejit, Rabu (16/2) lalu. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Hingga saat ini, Lin Rangkasbitung merupakan salah satu jalur utama KRL Commuter Line Jabodetabek yang belum dapat mengoperasikan KRL SF12. Sehari-hari, Lin Rangkasbitung dilayani oleh 22 rangkaian KRL SF10 pada jam sibuk pagi hari dan 21 rangkaian KRL SF10 pada jam sibuk sore hari. Dengan selesainya pekerjaan perpanjangan jalur di Stasiun Serpong, praktis pekerjaan tinggal menyisakan pekerjaan peron dan kanopi untuk jalur 1 di stasiun tersebut.

Selain itu, masih terdapat empat stasiun lagi yang belum mendukung perjalanan KRL SF12 di Lin Rangkasbitung. Keempat stasiun tersebut adalah Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Tenjo, Stasiun Cisauk, dan Stasiun Kebayoran. Pekerjaan penataan dan perpanjangan jalur di Stasiun Rangkasbitung sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersamaan dengan peningkatan jalur KA antara Rangkasbitung-Serang yang masih berlangsung hingga kini. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

2 komentar pada “Perjalanan KRL Lin Rangkasbitung Alami Gangguan, Ini Sebabnya

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: