JR East Kunjungi KAI dan KAI Commuter, Paparkan KRL Baru

krl baru jr east
KRL seri E233 subseri 7000 rangkaian HaE 138 yang beroperasi di jalur Saikyo milik JR East | Foto: Nikumatetsu/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

REDigest.web.id, 14/5 – Delegasi dari East Japan Railway Company (JR East) mengunjungi Indonesia akhir pekan ini. Dalam kunjungan ke Indonesia, JR East mengadakan pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI, Persero) dan anak usahanya KAI Commuter. Kesempatan ini JR East gunakan untuk memberi pemaparan tentang KRL buatan baru pada KAI dan KAI Commuter.

Kunjungan ini berlangsung mulai Kamis (12/5) hingga Jumat (13/5) ini. Kunjungan hari pertama berlangsung di kantor pusat KAI Commuter di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Selain memaparkan tentang KRL buatan baru kepada KAI Commuter, JR East juga memaparkan rencana untuk memberikan pelatihan pada pegawai KAI Commuter.

Kunjungan hari kedua berlangsung di kantor pusat KAI di Bandung, Jawa Barat. Delegasi JR East bersama KAI Commuter bertolak ke Bandung dengan menggunakan KA Argo Parahyangan dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Bandung.

Di Bandung, delegasi JR East mendiskusikan hal-hal yang kurang lebih sama dengan hari sebelumnya bersama KAI Commuter, yaitu pemaparan KRL buatan baru serta rencana pelatihan pegawai. Selain itu, JR East juga memaparkan peningkatan mutu SDM dan peningkatan mutu perawatan sarana perkeretaapian.

Informasi ini Tim REDaksi peroleh lewat kiriman akun Instagram @lifeatkaicommuter. Kiriman tersebut awalnya dapat diakses lewat pranala berikut yang kini sudah tak dapat lagi diakses. Akun tersebut telah mengirim ulang kiriman tersebut seperti yang telah Tim REDaksi sematkan pada tulisan ini dan mengganti caption kirimannya dengan menghilangkan informasi tentang paparan JR East tentang KRL buatan baru.

KRL buatan baru dari JR East

krl baru jr kai
KRL seri E235 subseri 1000 rangkaian KuRa J-10 formasi 4 kereta memimpin sebuah rangkaian formasi 11 kereta di jalur Yokosuka | Foto: MaedaAkihiko/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

Agenda yang menyita perhatian tentu saja pemaparan tentang KRL buatan baru oleh JR East. Meskipun pemaparan ini masih merupakan pemaparan awal, tentu saja jenis KRL yang ditawarkan oleh JR East belum dapat dipastikan sama sekali. Namun, terdapat beberapa fakta menarik yang dapat Tim REDaksi sampaikan.

Grup JR East memiliki perusahaan pembuat sarana perkeretaapiannya sendiri. Adalah Japan Transport Engineering Company (J-TREC), berdiri sejak 2011 lalu. Perusahaan ini awalnya bernama Tokyu Car Corporation yang berdiri sejak 1948 dengan Tokyu Corporation sebagai pemilik sahamnya. Tokyu Car Corporation sendiri merupakan pembuat dari KRL seri 8000 dan 8500 yang selain masih beroperasi di Jepang di beberapa perusahaan sektor ketiga, juga beroperasi di Indonesia di bawah KAI Commuter.

Utamanya, J-TREC memproduksi armada KRL pesanan JR East maupun Tokyu. Selain itu, J-TREC juga memproduksi armada untuk perusahaan lain dan juga untuk ekspor. Beberapa produk ekspor J-TREC adalah KRL untuk North-South Commuter Railway di Filipina dan KRL untuk Purple Line milik MRT Bangkok. Kedua KRL ini menggunakan teknologi Sustina, yang juga diterapkan pada KRL seri E235 milik JR East dan KRL seri 2020 milik Tokyu.

Dua seri KRL jadi armada utama JR East

KRL seri E233 rangkaian NaHa N15 di jalur Nambu | Foto: JobanLineE531/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

Sementara itu, dua jenis KRL menjadi armada utama JR East saat ini. Adalah KRL seri E233 dan E235 yang beroperasi di banyak jalur milik JR East, baik jalur urban maupun suburban.

JR East memperkenalkan KRL seri E233 pada tahun 2006 untuk jalur Chuo Rapid yang merupakan jalur suburban. Menyusul di tahun 2007 KRL seri E233 subseri 1000 meluncur untuk jalur Keihin-Tohoku. Hingga saat ini, terdapat sembilan subseri KRL ini yang beroperasi di delapan jalur milik JR East dengan berbagai jenis formasi. Sebanyak 3.297 unit telah diproduksi per Juni 2020. KRL seri E233 memenangkan penghargaan Laurel Prize di tahun 2007.

Sementara itu, JR East memperkenalkan KRL seri E235 pada tahun 2015 untuk jalur Yamanote. Menyusul di tahun 2020 KRL seri E235 subseri 1000 meluncur untuk jalur Yokosuka yang merupakan jalur suburban. Hingga saat ini, J-TREC masih terus memproduksi KRL seri E235 untuk jalur Yokosuka.

KRL seri E235 merupakan pengembangan dari KRL seri E233. Bila KRL seri E233 masih menggunakan propulsi IGBT-VVVF, maka KRL seri E235 telah menggunakan propulsi SiC-VVVF yang lebih modern. Selain itu, KRL seri E235 memiliki sistem kontrol informasi yang bernama INTEROS.

Dapat saja diproduksi lokal di Indonesia

KRL buatan baru yang JR East paparkan pada KAI dan KAI Commuter dapat saja merupakan KRL yang berbasis dari salah satu dari dua KRL ini, atau bahkan gabungan dari keduanya. Dengan J-TREC sebagai anggota dari Grup JR East, J-TREC dapat saja menjadi pimpinan dari manufaktur KRL tersebut. Selain itu, formasi rangkaian yang JR East tawarkan juga dapat saja adalah formasi 12 kereta, walaupun belum ada satupun KRL seri E233 dan E235 dengan formasi tersebut sebelumnya.

Namun dengan keberadaan aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berlaku di Indonesia, JR East juga dapat saja menawarkan produksi secara knockdown di Indonesia. Terlebih Kemenperin telah membidik TKDN 50% di tahun 2024 mendatang.

Pengadaan KRL baru mulai 2024

KRL seri 205 rangkaian BOO142. Lebih dari 90 persen armada KRL milik KAI Commuter merupakan impor bukan baru dari Jepang. Namun KRL-KRL ini tetap andal dalam melayani penumpang. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

Sebelumnya, KAI Commuter dan INKA telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengadaan KRL baru pada Senin (9/5) lalu. Rencananya, KAI Commuter akan memesan sebanyak 16 rangkaian KRL formasi 12 kereta (SF12) dari INKA. Bila nantinya kontrak ditandatangani, maka KRL-KRL ini akan bergulir mulai 2024 mendatang.

KRL ini memiliki desain yang mirip dengan KRL-KRL buatan Stadler AG, perusahaan manufaktur sarana perkeretaapian asal Swiss di benua Eropa. Bukan tanpa alasan, mengingat INKA dan Stadler AG menandatangani kerjasama joint venture pada 2019 lalu. Joint venture INKA dan Stadler disebut akan memproduksi 500 unit kereta untuk KAI dengan opsi untuk 500 unit kereta lainnya.

Selama ini, KAI Commuter membeli dan mengoperasikan KRL bukan baru dari berbagai perusahaan perkeretaapian di Jepang. Saat ini, terdapat tujuh seri KRL dari tiga perusahaan berbeda yang masih aktif di bawah KAI Commuter. Meskipun merupakan barang bukan baru, namun KRL-KRL ini tetap andal melayani penumpang.

Nantinya, KRL buatan baru akan beroperasi bersama dengan KRL bukan baru untuk memenuhi target angkutan KAI Commuter. KAI Commuter menargetkan dapat mengangkut 1,2 juta pengguna jasa per hari seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi setelah pandemi yang luar biasa. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

One thought on “JR East Kunjungi KAI dan KAI Commuter, Paparkan KRL Baru

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: