Begini Cara Kerja Tarif Integrasi JakLingko, Apakah Benar Lebih Murah?

Bus Transjakarta
Ilustrasi bus TransJakarta berhenti di halte bus. Moda ini merupakan salah satu yang mendapat skema tarif integrasi. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra

Redigest.web.id, 21/8 – Tarif integrasi di tiga moda transportasi DKI Jakarta resmi berlaku pada Jumat (12/8) pekan lalu. Tim REDaksi pun tidak mau ketinggalan kesempatan untuk mencoba bagaimana menggunakan tarif integrasi di ketiga moda tersebut. Kesempatan ini pun tiba pada Selasa (16/8) kemarin, di mana salah satu penulis pun mencoba tarif integrasi ini. Penasaran dengan bagaimana pengalaman penggunaannya? Berikut ulasannya.

Mencari Rute: Kesulitan dan Masukan

Detail tiket aktif dengan perjalanan dari Halte TransJakarta Gambir 1 menuju Stasiun MRTJ Dukuh Atas│Sumber: Aplikasi JakLingko

Selasa pagi (16/8), saat itu Penulis baru saja tiba di Stasiun KAI Gambir pada 07.45 WIB setelah menumpang kereta api Argo Parahyangan pemberangkatan awal Stasiun KAI Bandung pukul 05.00 WIB dengan nomor KA 37A. Sebenarnya sejak kereta masih berjalan langsung Stasiun KAI Manggarai, Penulis telah mencoba memesan tiket perjalanan melalui aplikasi JakLingko. Rute perjalanan dengan aplikasi JakLingko pada kali ini adalah rute Halte TransJakarta Pasar Baru – Stasiun MRTJ Dukuh Atas untuk selanjutnya menyambung dengan moda KAI Commuter Line.

Terus terang sulit sekali mendapatkan moda perjalanan sesuai keinginan yakni berjalan kaki – TransJakarta – MRT Jakarta. Alasan pemilihan jalan kaki ialah keinginan pribadi untuk merasakan jalan kaki pagi di trotoar Jakarta Pusat setelah 2 jam 45 menit duduk di dalam kereta api komersial. Rekomendasi rute mayoritas terus menunjukkan saran agar Penulis menggunakan moda Grab – TransJakarta – Grab. Penulis mencoba mengubah rute dengan pemberangkatan awal dari Halte TransJakarta Pecenongan. Usaha ini tidak mendapatkan hasil yang baik karena rute sesuai keinginan juga tidak muncul.

Ketika melakukan pencarian ulang, rekomendasi rute justru selalu berubah seperti tidak ada kepastian terhadap rute tersebut. Permasalahan ini terus berulang sampai kereta tiba di Stasiun KAI Gambir. Ketika Penulis telah keluar dari bangunan stasiun, Penulis kembali mencoba untuk melakukan pencarian rute melalui aplikasi JakLingko, namun kali ini dari Halte TransJakarta Stasiun Gambir. Akhirnya Penulis pun mendapatkan moda sesuai keinginan meskipun rutenya berputar-putar.

Rekomendasinya terdiri dari berjalan kaki menuju Halte TJ Gambir 1, menumpang bus TransJakarta koridor 2 (Pulogadung – Harmoni Central) atau koridor 2A (Pulogadung 1 – Rawabuaya) dari Halte TransJakarta Gambir 1 menuju Halte TransJakarta Harmoni untuk transit ke Koridor 1 (Kota – Blok M) menuju Halte TransJakarta Bendungan Hilir, dan akhirnya berpindah moda menggunakan MRT Jakarta dari Stasiun MRTJ Bendungan Hilir menuju Stasiun MRTJ Dukuh Atas.

Rekomendasi rute yang berputar-putar│Sumber: Aplikasi JakLingko

Penulis telah mengetahui jika Halte TransJakarta Bendungan Hilir‒maupun Halte TransJakarta Sarinah‒sedang dalam tahap renovasi sehingga turun bus di kedua halte tersebut tidak memungkinkan. Menurut Penulis seharusnya rekomendasi rute aplikasi menyarankan agar Penulis turun di halte sebelumnya yakni Halte Bank Indonesia dan berjalan kaki menuju Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI. Bukan turun di Halte TransJakarta Bendungan Hilir untuk transit ke Stasiun MRTJ Bendungan Hilir.

Sebagai masukan, Penulis berharap agar PT JakLingko Indonesia mempertimbangkan untuk memasukkan rute secara manual berdasarkan kegiatan normal penglaju sehari-hari sebagai pendamping dari saran yang berbasis kecerdasan buatan AI (Artificial Intelligence). Hal ini untuk meningkatkan fleksibilitas bagi pengguna saat memilih rute yang hendak ia gunakan.

Tarif Integrasi: Lebih Murah dari Tarif Normal

Detail perjalanan dan tarif integrasi│Sumber: Aplikasi JakLingko

Mengenai tarif integrasi, Penulis mendapatkan tarif Rp4.750,-untuk perjalanan ini atau lebih murah Rp1.750,- dari tarif normal sebesar Rp6.500,- jika Penulis menggunakan kartu bank/ KMT (Kartu Multi Trip). Tarif normal ini berasal dari Tarif flat TransJakarta sebesar Rp3.500,- dan tarif MRT Jakarta dari Stasiun MRTJ Bendungan Hilir – Stasiun  MRTJ Dukuh Atas sebanyak Rp3.000,-.

Tarif integrasi yang didapatkan memang sangat sedikit sebab perjalanan yang dilakukan tidak melebihi Rp10.000,-. Efisiensi biaya antarmoda melalui tarif integrasi akan tercapai apabila melakukan perjalanan dengan tarif di atas Rp10.000,- karena tarif total akan berubah menjadi flat sebanyak Rp10.000,- saja. (RED/ AFD)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: