Menhub Upayakan KRL Jabodetabek Tampung 2 Juta Penumpang Per Hari

REDigest.web.id, 4/5 – Pada 2018 lalu, pengguna kereta pada KRL Commuter Line Jabodetabek berhasil mencatatkan rekor tertinggi jumlah penumpang yaitu 1.154.080 penumpang perhari. Meskipun angka tersebut merupakan angka tertinggi dalam satu hari dan bukan rata-rata harian serta belum menyentuh target 1,2 juta penumpang perhari, namun hal tersebut tidak menyurutkan upaya menaikkan target jumlah penumpang KRL Commuter Line tiap harinya.
Melalui Merdeka.com, adanya tren kenaikan penumpang harian KRL Commuter Line yang menjadi dasar adanya target 2 juta penumpang perhari. “Secara jangka panjang kita akan tingkatkan jumlah penumpang yang bisa dibawa oleh KRL ini kurang lebih 2 juta (pengguna per hari),” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meresmikan pembangunan Stasiun Tanah Abang pada Minggu (30/4).
Tentu perlu langkah konkrit sebagai upaya mewujudkan 2 juta penumpang per hari, terlebih masalah-masalah yang mempengaruhi jumlah okupansi masih harus terus digodok oleh para stakeholder agar bisa dicarikan solusi terbaik. Masih hangat polemik tarik ulur terkait pengadaan sarana KRL untuk menggantikan KRL yang akan pensiun.
Sedangkan melansir Liputan6.com, pemerintah juga berencana merealisasikan hal tersebut melalui peningkatan sarana maupun prasarana yang ada. “Dan itu ada improvement yang harus dilakukan baik sarana dan prasarana. Dari sarana kita buat 1 improvement dari shifting yang dilakukan dan nanti headway jadi pendek dan hari ini kita bangun stasiun Tanah Abang agar ini bisa meningkatkan kapasitas 3 kali lipat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Meskipun Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tak merekomendasikan impor KRL bekas Jepang, namun PT. KCI selaku operator masih mencari solusi terbaik untuk mengejar target tersebut. “Ini kan sedang kami kaji juga, ini kan BPKP juga menbantu, pemerintah juga sudah men-support, pasti nanti kalau ada informasi kita sampaikan,” kata VP Coporate Secretary KCI Anne Purba saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, di Liputan 6, Selasa (2/5/2023).
“Kita akan update, ini lagi dikaji. Karena kan ada juga rekomendasi retrofit bersama dengan INKA, jadi ini kita kerja sama sama INKA dan alhamdulillah-nya BPKP juga melakukan review, sehingga ada beberapa hal yang memang kita konsen sehingga ini kita jalankan,” tambahnya.
Meskipun opsi retrofit tengah dikaji oleh KCI bersama INKA, juga muncul wacana impor darurat untuk memenuhi kebutuhan. Namun wacana tersebut masih menemui kendala karena perbedaan sikap di masing-masing pemangku kebijakan. (RED/ADR)
Pingback: KemenBUMN Lakukan Lobi Demi Atasi Urgensi Impor KRL