Usai Restorasi, Lokomotif D1410 Berjalan Ke Purwosari

Lokomotif D1410 di Stasiun Srowot | Foto: Oktavino Hiu Adi Tirtayasa

[06/02] Kabar baik yang mengejutkan datang dari wilayah Daop 6! Pasalnya, setelah sebelumnya berhasil dihidupkan kembali dan diuji di Balai Yasa Pengok pada November lalu, kali ini lokomotif D1410 berhasil berjalan ke Purwosari. Tak ayal banyak railfans yang kemudian menyempatkan diri untuk melihat momen bersejarah ini.

Dilansir dari KR Jogja, lokomotif ini dijalankan dengan tenaga sendiri dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuju Stasiun Purwosari Solo. Rencananya, lokomotif buatan Hanomag Hannover Linden Jerman tahun 1921 ini akan didinaskan untuk Kereta Wisata Jaladra. Lokomotif ini sendiri terakhir berdinas tahun 1975 lalu di lintas Jakarta-Bogor-Sukabumi.

Lokomotif ini diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan pukul 09.00 dengan dimasinisi Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto. Ia mengatakan sensasinya mantap karena panas dan merasakan cipratan air dari uap lok. Ia sendiri berharap agar lokomotif ini dapat lancar untuk didinaskan menjadi Kereta Wisata Jaladra. Dalam perjalananya, lokomotif ini digandeng bersama Track Motor Car (TMC) untuk antisipasi jika terjadi gangguan.

Video lokomotif D1410 saat berjalan di lintas | Video: Boedi Noegroho Andreas

Dan benar saja. Di tengah perjalanan, lokomotif ini dikabarkan mengalami gangguan di Stasiun Klaten setelah sebelumnya melakukan pengisian air. Perjalanannya dari Stasiun Klaten hingga Purwosari kemudian diteruskan dengan dibantu TMC. Sebelumnya perjalanan ini ditargetkan mencapai tiga jam dengan jadwal ketibaan Purwosari diperkirakan pukul 12.00.

Sementara dilansir dari Tempo, reaktivasi lokomotif ini sendiri tak terlepas dari permintaan Presiden Joko Widodo. Karena potensi sejarahnya, lokomotif ini dianggap sayang jika hanya dipreservasi di Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Lokomotif ini sempat dibawa ke Purwosari pada tahun 2016 lalu, dan kemudian masuk Balai Yasa Pengok pada Oktober 2018. Proses restorasi lokomotif ini dimulai sejak April 2019 lalu selama tujuh bulan. (RED/IHF)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: