[OPINI] 75 Tahun PT KAI, Kemajuan, Cobaan, dan Harapan Kita Semua

Kereta api dan sejarahnya yang amat panjang

Tahun 2020 semestinya bisa dibilang menjadi tahun yang spesial. Bagaimana tidak, Indonesia telah berusia 75 tahun, begitu juga PT KAI. Berawal dari pengambilalihan Balai Besar Kereta Api oleh Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) di Bandung pada 28 September 1945 lalu, telah dimulai sejarah panjang perusahaan nasional Kereta Api. Mulai dari DKA, PNKA, PJKA, Perumka, PT KA, hingga PT KAI saat ini.

Peringatan 75 tahun PT KAI bertajuk AdaptifSolutifKolaboratif untuk Indonesia ini seyogyanya menjadi momen spesial untuk mengenang sejarah panjang dan refleksi atas apa yang telah ditempuh dan apa yang bisa dilakukan lebih baik. Tidak pula ketinggalan PT KCI selaku anak perusahaan PT KAI yang pada 15 September kemarin baru berulangtahun yang ke-12, dan telah 3 tahun dalam nama yang sekarang setelah sejak 2008 hingga 2017 bernama PT KCJ.

Salah satu momen istimewa dalam tubuh PT KAI adalah pergantian jajaran direksi. Proses pergantian direksi ini juga membawa serta gaya baru komunikasi antara direksi, railfans, dan masyarakat. Gaya baru komunikasi ini memberikan angin segar akan bagaimana proses komunikasi antara PT KAI dengan railfans dan masyarakat. Gaya baru komunikasi ini juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang seakan tak berujung di dunia PT KAI yaitu masalah fotografi di stasiun.

Akan tetapi takdir berkehendak lain. Pandemi COVID-19 hadir di antara kita dan menjadi sebuah cobaan luar biasa di seluruh kalangan masyarakat, tak terkecuali dunia kereta api. Performa KAI di tengah pandemi ini menjadi topik bahasan yang tentu saja tidak dapat dilewatkan. Sebagai operator transportasi, KAI harus terus dapat melayani masyarakat namun tetap mempertahankan keberlangsungan usaha di masa-masa yang luar biasa ini.

Sementara di awal Januari 2020, PT KAI dan MRT Jakarta telah membentuk perusahaan joint venture bernama Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek atau MITJ. Perusahaan ini bergerak dalam membenahi integrasi transportasi di Jakarta, baik dari pembayaran dan sistem. Namun diketahui MITJ ini juga akan menempatkan KCI dan Railink di bawah manajemen mereka, yang berpotensi memberikan perubahan arah perkembangan kedua perusahaan ini.

Selain itu, dengan memasuki dekade kedua di abad ke-21, perkembangan teknologi telah semakin canggih. PT KAI saat ini telah mulai mengadopsi sistem keamanan di lintas LRT Palembang dan nantinya LRT Jabodebek, namun untuk lintas utama masih belum ada adopsi sistem seperti ini. Sementara itu, telah ada beberapa peningkatan yang potensial di lingkup sarana dan operasional. Sebut saja potensi peningkatan tekanan gandar, kecepatan maksimum, dan adopsi kereta double decker.

Dalam opini kali ini, Tim REDaksi akan membahas pokok-pokok bahasan ini dari sudut pandang apa yang telah diraih, apa potensi masa depan, dan apa yang menurut Tim REDaksi dapat diperbaiki/ditingkatkan.

Daftar isi:

  1. Pembuka
  2. Gaya Baru Kehumasan dan Direksi KAI
  3. Performa Grup KAI di Tengah Pandemi
  4. Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek: Masa depan integrasi dan angkutan?
  5. Perkembangan Sistem Keamanan di Dunia KAI
  6. Kemajuan Sarana dan Operasional

Selanjutnya: Gaya Baru Kehumasan dan Direksi KAI

Pages ( 1 of 6 ): 1 23456Berikutnya »

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: