Tiga Lokomotif CC202 “Vintage Livery” Diujicobakan Membawa Rangkaian

tiga CC202 vintage
Dari depan ke belakang lokomotif CC2029002, CC2020807, dan CC2028609 dengan rangkaian MRL01 yang terdiri dari 60 gerbong angkutan batubara | Foto: Muhammad Iqbal Setiawan/OPKA Sumsel

REDigest.web.id, 30/9 – PT Kereta Api Indonesia (KAI, Persero) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Yasa Lahat mengujicobakan ketiga lokomotif CC202 vintage livery dengan rangkaian gerbong angkutan batu bara. KAI mengujicobakan ketiga lokomotif ini pada Kamis pagi (30/9).

Rangkaian gerbong angkutan batubara yang KAI ujicobakan adalah rangkaian MRL01 dengan jumlah 60 gerbong. Rangkaian ini baru saja menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Lahat. KAI mengujicobakan ketiga lokomotif CC202 vintage livery dan rangkaian MRL01 ini dengan rute Lahat-Banjarsari-Sukacinta-Muaragula-Tanjung Enim Baru. Namun, rangkaian MRL01 hanya diujicobakan sampai Stasiun Muaragula saja. Untuk rute Muaragula-Tanjung Enim Baru, hanya ketiga lokomotif CC202 vintage livery yang berjalan tanpa membawa rangkaian apapun.

Uji coba kali ini sekaligus merupakan kali pertama lokomotif CC2028609 keluar ke jalur utama setelah menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Lahat. Pada kesempatan terpisah, KAI sudah terlebih dahulu mengujicobakan lokomotif CC2020807 dan CC2029002. Lokomotif CC2028609 sendiri merupakan satu-satunya lokomotif CC202 dengan unit pendingin udara.

Pemandangan livery dari masa ke masa seperti pada foto ini akan menjadi pemandangan reguler perkeretaapian Sumatera bagian selatan | Foto: Muhammad Iqbal Setiawan/OPKA Sumsel

Dalam uji coba ini, tampak emblem Wahana Daya Pertiwi sudah terpasang pada bagian hidung lokomotif. Selain itu, notasi depo induk lokomotif juga telah tertera di bawah pelat nomor lokomotif di sisi kabin masinis. Berbeda dengan lokomotif CC2018331 yang menggunakan notasi berwarna krem seperti warna lokomotif, ketiga lokomotif CC202 ini menggunakan notasi berwarna putih.

Dengan uji coba dan pengiriman ketiga lokomotif ini ke Stasiun Tanjung Enim Baru, maka ketiga lokomotif ini akan segera beroperasi menghela kereta api (KA) angkutan batu bara di wilayah Sumatera bagian selatan. Namun Tim REDaksi belum mendapatkan informasi apakah akan ada peresmian untuk ketiga lokomotif ini sebelum nantinya beroperasi. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×