[OPINI] 76 Tahun KAI: Bagaimanakah KAI Bergerak di Tengah Pandemi?

Rollercoaster Mencapai Komitmen “Service Excellent”

Live Cooking di atas KA
Live Cooking di atas KA | Foto: PT KAI

Selama 2021, KAI telah melakukan sejumlah langkah yang patut diapresiasi dalam meningkatkan pelayanan KA Eksekutif. Di antaranya adalah peningkatan kecepatan KA Argo, dan kembalinya layanan live cooking. Layanan live cooking ini sendiri telah tersedia di KA Argo Bromo Anggrek mulai 1 Juni, dan empat KA lainnya mulai Jumat (24/9) kemarin.

Pengembalian layanan live cooking ini tentu istimewa karena sudah sangat lama pengguna KA Eksekutif tidak menikmati masakan yang dimasak di atas KA. Meski memang penyajiannya tidak kembali menggunakan piring akibat alasan operasional, tetapi setidaknya masakan langsung di atas KA yang lama dirindukan telah kembali. Bahkan saat ini juga terdapat koki wanita di atas KA yang melayani live cooking.

Fasilitas bantal dan selimut gratis di KA kelas eksekutif yang untuk saat ini menjadi sistem sewa dengan alasan pandemi | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Namun, di tengah peningkatan pelayanan ini ada suatu penurunan pelayanan yang meski mungkin alasannya dapat dimaklumi, tetap pelaksanaannya mengundang pertanyaan. Sejak pandemi, bantal dan selimut di KA eksekutif yang aslinya fasilitas gratis menjadi fasilitas yang disewakan dalam jumlah terbatas bagi yang membutuhkan.

Hal ini tentu mengundang keluhan dari pengguna dan penggemar kereta api. Banyak yang menilai hal ini adalah penurunan pelayanan. Beberapa lain juga berpendapat jika memang alasan pandemi, tidak usah disewakan sekalian. Meski demikian, ada juga yang memang justru lebih memilih membawa bantal dan selimut sendiri. Ada juga yang memang merasa lebih “wanti-wanti” dengan bantal dan selimut di kendaraan umum dalam masa pandemi.

Tim REDaksi memiliki dua pendapat dalam hal ini. Menurut salah satu anggota Tim REDaksi, memang sebaiknya jika alasan yang digunakan adalah pandemi, tidak perlu disewakan sama sekali. Namun menurut anggota Tim REDaksi lainnya, jika memang disediakannya saja dalam jumlah terbatas, bisa saja untuk tetap gratis dalam penyediaannya, dengan pengguna yang butuh dapat meminta tolong pada prama/prami.

Namun melihat komitmen KAI untuk mengembalikan kualitas pelayanan KA eksekutif, sepertinya ada harapan jika situasi benar-benar normal kembali, layanan bantal dan selimut bisa kembali gratis.

Penutup

Demikian opini yang dapat Tim REDaksi sampaikan untuk tahun ini. Tim REDaksi berharap pendapat yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan pengambilan keputusan. Meski demikian, tentu saja segala keputusan akan kembali ke tangan yang berwenang.

Kita berharap 2022 mendatang tidak ada lagi perubahan situasi yang lebih ekstrem, sehingga Indonesia, tak terkecuali Grup KAI dapat berjalan menuju langkah pemulihan. Sampai berjumpa di tahun depan. (Tim REDaksi)

Halaman Sebelumnya: Rencana Pengambilalihan Operasional KAI Bandara oleh KAI Commuter

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Pages ( 7 of 7 ): « Sebelumnya1 ... 3456 7

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: