[OPINI] 76 Tahun KAI: Bagaimanakah KAI Bergerak di Tengah Pandemi?

KAI dengan logo baru, dan arah baru di tahun 2021 | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id – Tanggal sudah menunjukkan 28 September. Artinya kita sudah tiba di hari ulang tahun PT KAI yang ke-76. Berarti bertambah lagi satu tahun sejak pengambilalihan Balai Besar Kereta Api oleh Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) di Bandung pada 28 September 1945 lalu.

Selama setahun dari 2020, kita memang telah menyaksikan sejumlah perjalanan dan penyesuaian yang dilakukan KAI di tengah situasi pandemi yang naik-turun ini. KAI harus tetap mematuhi sejumlah peraturan dan protokol yang ditentukan pemerintah, namun di saat yang sama tetap harus dapat melayani masyarakat.

Peraturan dan protokol ini tentunya tidak heran dapat mengundang kontroversi bagi sebagian kalangan. Dimulai dari penghapusan GeNose saat PPKM darurat karena dinilai bermasalah, lalu kemudian persyaratan KA komuter dan Lokal yang ketat, dan pembatalan KA-KA Lokal.

Langkah-langkah yang diambil Tim REDaksi yakini penuh memang merupakan niat baik pemerintah untuk melindungi masyarakat. Namun secara natural, kebijakan ini juga mengundang kontroversi dari pengguna.

Selama pandemi pula KAI telah melakukan peran mereka dalam vaksinasi nasional. Dalam tulisan Tim REDaksi sebelumnya, KAI dan KAI Commuter telah melakukan langkah vaksinasi untuk karyawan dan pelanggannya. Namun menurut Tim REDaksi, jangkauan vaksinasi ini masih dapat lebih luas.

Di topik isu integrasi, terdapat dua rencana akuisisi sistem tahun ini. Rencana pertama adalah akuisisi KAI Commuter oleh MRT Jakarta. Sayangnya, akibat penolakan SPKA dan ramainya sorotan media, MRT Jakarta tidak lagi membuka suara terkait rencana tersebut.

Sedang rencana kedua adalah pengambilalihan operasi KRL Bandara Soekarno-Hatta oleh KAI Commuter. Meski tidak ada rencana mendetail saat opini ini keluar, tetapi KAI Commuter secara gamblang telah menyebutkannya saat seminar integrasi transportasi pada Agustus lalu.

Terakhir tentunya adalah pelayanan KA Eksekutif. Dalam setahun ini tercapai banyak kemajuan dari segi peningkatan kecepatan dan kehadiran kembali live cooking. Namun di sisi lain, juga ada penghilangan layanan yang bagi sebagian orang adalah kemunduran, yaitu peniadaan bantal dan selimut gratis.

Bagaimana saja permasalahan tersebut dan opini Tim REDaksi? Silakan terus membaca artikel ini.

Daftar Isi:

  1. Pembuka
  2. Syarat KA Komuter: Apakah Efektif? Dan Bagaimana Sebaiknya Persyaratan Tersebut Diatur
  3. Pembatalan KA Lokal Imbas Surat Edaran Kementerian Perhubungan
  4. Mungkinkah Vaksinasi KAI Menggunakan RailClinic?
  5. Promo Tes KA Jarak Jauh
  6. Rencana Pengambilalihan Operasional KAI Bandara oleh KAI Commuter
  7. Rollercoaster Mencapai Komitmen “Service Excellent”

Halaman Selanjutnya: Syarat KA Komuter: Apakah Efektif? Dan Bagaimana Sebaiknya Persyaratan Tersebut Diatur

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Pages ( 1 of 7 ): 1 2345 ... 7Berikutnya »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×