Eskalator Stasiun Juanda Mati, Lansia Terpaksa Gunakan Tangga Manual

lansia gunakan tangga
Ilustrasi: KRL seri 205 rangkaian DP145 melayani Lin Sentral (kini Lin Bogor) memasuki Stasiun Juanda menuju Jakarta Kota. Di Stasiun Juanda yang merupakan kantor pusat KAI Commuter, terdapat masalah eskalator mati dan tidak tersedia lift sehingga seorang lansia terpaksa gunakan tangga manual. Selain masalah eskalator dan lift yang mati, KAI Commuter juga memiliki masalah pemotongan formasi KRL yang juga terjadi pada rangkaian ini dan dapat mengganggu setiap rencana seperti pengoperasian KRL SF12 ke Lin Rangkasbitung. | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id, 27/7 – Seorang lansia tertangkap kamera sedang terpaksa gunakan tangga manual di Stasiun Juanda. Lansia tersebut terpaksa gunakan tangga manual akibat eskalator di Stasiun Juanda mati dan tidak tersedia lift sama sekali.

Foto tersebut terunggah lewat kiriman warganet dengan nama akun Mudtaba Feri Ferdiansyah pada grup Facebook KRL-Mania. Kiriman tersebut tertanggal Rabu (27/7) pukul 7:35 pagi. Dalam kiriman tersebut, Mudtaba menjelaskan bahwa ia sudah menawarkan bantuan pada sang lansia yang merupakan seorang wanita. Namun lansia tersebut menolaknya untuk berjalan sendiri menuruni tangga secara perlahan.

Mudtaba menyayangkan eskalator-eskalator di Stasiun Juanda yang kini mati. Mudtaba juga menekankan bahwa ini bukan soal membakar kalori namun ada pihak-pihak yang memang membutuhkan fasilitas tersebut. Terlebih di Stasiun Juanda dan stasiun lain sepanjang Cikini-Jayakarta tidak tersedia fasilitas lift.

Ironi kampanye tangga manual

Kiriman warganet menampilkan seorang lansia kesusahan menuruni tangga manual di Stasiun Juanda akibat eskalator mati dan tidak ada lift | Tangkapan layar kiriman Mudtaba Feri Ferdiansyah di grup Facebook KRL-Mania

Sebelumnya, KAI Commuter mengunggah kampanye penggunaan tangga manual di stasiun. Dalam kampanye tersebut, KAI Commuter mengajak pengguna jasa KRL untuk menggunakan tangga manual agar membakar kalori. Menurut KAI Commuter, setiap 10 anak tangga dapat membakar sekitar 1 kilo kalori.

Namun kampanye ini menjadi bulan-bulanan pengguna jasa KRL karena pengunggahan kampanye ini dinilai tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran dan banyaknya pengguna yang membutuhkan fasilitas seperti eskalator dan lift. Hal tersebut akhirnya terbukti lewat kiriman di media sosial.

Warganet lainnya menyayangkan bahwa kejadian eskalator mati ini justru terjadi di kantor pusat KAI Commuter. Menurutnya, jika di stasiun kantor pusat KAI Commuter eskalator bisa mati, maka di stasiun lain tidak dapat diharapkan. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: