[OPINI] 77 Tahun KAI: Teruslah Bangkit, Teruslah Lebih Cepat, Teruslah Lebih Baik

Aksesibilitas Tiket KA Lokal

KA Lokal Walahar di persawahan sekitar Kedunggedeh | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Perkembangan KAI Commuter ke wilayah-wilayah lain saat ini memanglah masif. Sejak 1 April silam, KAI Commuter telah mengambil alih operasional KA lokal di wilayah Bandung dan Garut termasuk KA Walahar Ekspres/Jatiluhur yang terhubung, dan Surabaya. Sebelumnya, pada Oktober 2020 KAI Commuter telah mengambil alih operasional KA Lokal Merak dan KA Lokal Prambanan Ekspres.

Sayangnya, untuk saat ini pelaksanaan kereta api lokal bagi beberapa orang justru menjadi semakin sulit. Awalnya KAI menerbitkan kebijakan penghilangan loket tiket di sejumlah stasiun KA lokal di Jawa Timur pada 2020 silam. Sebagai gantinya seluruh pembelian tiket KA lokal wajib menggunakan aplikasi KAI Access. Saat itu Tim REDaksi berharap jika KAI Commtuer kelak mengambil alih KA lokal, pengelolaan tiket komuter bisa lebih aksesibel untuk pengguna go show tanpa harus menggunakan perangkat.

Sayangnya, pada tahun 2022 kebijakan ini kembali meluas di bawah manajemen KAI Commuter. Pada September kemarin, Stasiun Lemahabang, KEdunggedeh, Klari, Kosambi, dan Dawuan hanya melayani pembelian melalui aplikasi KAI Access. Stasiun-stasiun ini merupakan bagian layanan KA Lokal Walahar Ekspres (Cikarang-Purwakarta) atau Jatiluhur (Cikarang-Cikampek). Bahkan pada 1 November mendatang, giliran KA lokal dari Garut yang mengalami dampak demikian.

Ilustrasi: KRDE Prambanan Ekspres di Stasiun Yogyakarta Tugu | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Hal ini cukup ironis karena layanan ini terhubung dengan KRL Commuter Line di Stasiun Cikarang. Sedangkan penggunaan kartu uang elektronik untuk KA lokal saat ini masih KAI Commuter terapkan secara sangat terbatas. Saat ini KAI Commuter baru menerapkan tiket elektronik ini di KA Prambanan Ekspres (KA Prameks) yang terhubung dengan KRL Lin Yogyakarta.

Oleh karenanya menurut Tim REDaksi tidak ada salahnya memulai penggunaan kartu uang elektronik untuk KA lokal lainnya. Jika memang belum ada rencana untuk pemasangan gate, mungkin KAI Commuter bisa menerapkan solusi lain seperti mobile reader agar pengguna dapat tap in.

Halaman Selanjutnya: Kesuksesan Open House dan Preservasi
Halaman Sebelumnya: Aksesibilitas Tiket KA Lokal

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Pages ( 3 of 6 ): « Sebelumnya12 3 456Berikutnya »

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: